Kondisi motor brebet masih sering diabaikan oleh pemiliknya, padahal masalah ini dapat berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi bahan bakar. Gejala seperti tersendat saat digas atau akselerasi yang tidak mulus menjadi tanda adanya gangguan pada proses pembakaran di dalam mesin. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya menurunkan performa kendaraan, tetapi juga membuat efisiensi BBM ikut terganggu. Wahyu Budhi, Training Analyst di PT Wahana Makmur Sejati mengatakan, gejala brebet pada motor terjadi karena proses pembakaran di ruang mesin tidak berjalan sempurna. Pengendara sepeda motor memadati jalur arteri Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin (23/3/2026). Memasuki H+2 Lebaran, arus balik di jalur Pantura Cirebon arah Jateng menuju Jakarta terpantau ramai lancar. Akibatnya, tenaga yang dihasilkan berkurang, sementara mesin tetap membutuhkan suplai bahan bakar yang sama atau bahkan lebih banyak untuk mempertahankan performa. “Ketika pembakaran tidak sempurna, bensin yang masuk ke ruang bakar tidak semuanya terbakar. Efeknya, mesin jadi kehilangan tenaga dan pengendara cenderung menarik gas lebih dalam agar motor tetap melaju, padahal itu justru membuat konsumsi BBM meningkat,” katanya kepada Kompas.com, belum lama ini. Wahyu menambahkan, penyebab utama brebet bisa bermacam-macam, tergantung jenis motornya. Pada motor injeksi, gejala ini umumnya disebabkan oleh injektor kotor atau sensor yang tidak membaca suplai udara dan bahan bakar secara akurat. Sementara pada motor karburator, masalah biasanya muncul akibat setelan campuran angin dan bensin yang tidak seimbang atau kondisi karburator yang kotor. Selain itu, filter udara dan filter bensin yang kotor juga dapat memperparah kondisi brebet. Aliran udara yang tersumbat membuat campuran bahan bakar menjadi terlalu kaya (rich), sehingga pembakaran semakin tidak efisien. Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya membuat konsumsi BBM menjadi boros, tetapi juga berpotensi merusak busi serta mempercepat penumpukan karbon di ruang bakar. “Kalau motor mulai terasa tersendat saat digas atau akselerasi tidak mulus, sebaiknya segera periksa sistem pembakarannya. Jangan tunggu sampai konsumsi bensin melonjak atau tenaga mesin turun drastis,” kata Wahyu. Ia juga menyarankan pengendara untuk rutin melakukan servis berkala, terutama pembersihan injektor atau karburator setiap beberapa ribu kilometer. Dengan perawatan yang tepat, proses pembakaran dapat kembali optimal, tenaga motor pulih, dan konsumsi BBM tetap efisien. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang