Setelan AC yang terlalu dingin sering dianggap hal sepele, tetapi ternyata berdampak pada konsumsi bahan bakar. Khususnya saat cuaca panas di siang hari. Secara teknis, hal ini berkaitan dengan cara kerja sistem AC yang mengambil tenaga langsung dari mesin. Dewa, pemilik bengkel AC Mobil Jogja mengatakan kompresor AC digerakkan oleh mesin melalui sabuk pada mobil konvensional. “Artinya, setiap kali AC aktif, mesin harus membagi tenaga untuk menggerakkan kompresor, bila setelan suhu AC sangat rendah, sistem akan berusaha terus mencapai suhu yang diinginkan,” ucap Dewa kepada KOMPAS.com, Senin (13/4/2026). Kondisi tersebut memungkinkan kompresor bekerja lebih lama dan lebih sering aktif tanpa jeda. Dalam kondisi normal, kompresor sebenarnya bekerja secara siklus, yaitu hidup dan mati (cut-off) sesuai kebutuhan. Namun, setelan terlalu dingin membuat siklus ini menjadi lebih jarang berhenti. Ilustrasi AC mobil “Beban mesin meningkat secara konstan, tidak hanya menggerakkan kendaraan, tetapi juga harus memutar kompresor AC dalam waktu yang lebih lama,” ucap Dewa. Saat beban mesin meningkat, sistem injeksi bahan bakar akan menyesuaikan. ECU akan menambah suplai bahan bakar agar putaran mesin tetap stabil dan tidak kehilangan tenaga. Inilah yang menyebabkan konsumsi BBM menjadi lebih boros. Tambahan beban dari AC membuat mesin membutuhkan energi lebih besar, sehingga pembakaran bahan bakar meningkat. Ilustrasi thermometer untuk mengukur suhu udara AC mobil “Efek ini akan lebih terasa pada mobil dengan kapasitas mesin kecil. Tenaga mesin yang terbatas membuat tambahan beban dari AC menjadi lebih signifikan,” ucap Sewa. Selain itu, kondisi lalu lintas macet juga memperparah dampaknya. Mesin bekerja pada putaran rendah, tetapi harus tetap menanggung beban kompresor AC. Pada saat tanjakan atau membawa beban berat, efek boros juga makin terasa. Mesin bekerja lebih keras karena harus mengatasi dua beban sekaligus, yaitu kendaraan dan sistem AC. Perlu dipahami bahwa yang paling banyak menyerap tenaga adalah kompresor, bukan blower. Blower hanya menggunakan motor listrik kecil, sehingga dampaknya terhadap BBM relatif kecil. “Kecepatan embusan angin dari blower tidak berpengaruh terhadap konsumsi BBM, tapi target suhu AC menjadi beban, terlebih lagi AC disetel paling dingin di siang hari yang terik,” ucap Dewa. Secara keseluruhan, semakin banyak rentang suhu AC yang disetel dan lingkungan, semakin besar beban pada mesin dan semakin tinggi konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, penggunaan AC secara bijak dapat membantu menjaga efisiensi BBM tanpa mengorbankan kenyamanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang