Mobil hybrid dirancang khusus untuk menekan emisi gas buang lewat pemaduan motor listrik bertenaga baterai dan mesin bakar. Hal ini juga dapat meningkatkan efisiensi sehingga jauh lebih irit BBM. Sebagai contoh Toyota Veloz Hybrid, konsumsi BBM rata-ratanya diklaim mencapai 28,9 Km per liter. Dibandingkan dengan Veloz generasi sebelumnya, bisa 2 kali lipat iritnya. Jodjana Jody, Vice President Director Nasmoco Group mengatakan capaian tersebut tak lepas dari cara mengemudi pengendara, sehingga bisa saja lebih boros. “Misalkan pengemudi suka mengemudi agresif, menyalip-menyalip, hal ini bikin putaran mesin naik turun, dampaknya konsumsi BBM jadi lebih boros, tapi seboros-borosnya hybrid 50 persen lebih irit daripada mesin bakar konvensional,” ucap Jody di Yogyakarta, belum lama ini. Menurut Jody, ketika mobil melaju konstan dengan putaran mesin di rentang 2.000 sampai 2.500 Rpm, dengan kecepatan di bawah 50 Km per jam seharusnya mobil hybrid bisa jauh lebih irit. “Misal untuk melaju kencang di tol, kecepatan tinggi terus, 1 liter bensin untuk Veloz Hybrid bisa menempuh 18 kilometer, dibandingkan Veloz generasi sebelumnya 1 liter sampai 12-14 kilometer,” ucap Jody. Konsumsi BBM Daihatsu Rocky Hybrid Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan seharusnya mobil hybrid lebih efisien karena didukung dengan teknologi canggih. “Sumber data konsumsi BBM pada mobil hybrid ada di mesin bakarnya, bila mesin ini bekerja lebih lama dan ada penurunan performa, misal karena perawatannya buruk, maka mobil akan jadi kurang efisien,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Penyebab paling umum, kesehatan baterai (HEV) mulai turun seiring pemakaian. Dampaknya, motor listrik jarang membantu, dan mesin bensin jadi lebih sering hidup. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa Ketika mode EV jarang aktif, maka akan terjadi peningkatan konsumsi BBM. Mesin bensin harus menjadi sumber tenaga utama sekaligus mensuplai daya listrik ke baterai. “Mesin bakar di HEV juga membutuhkan perawatan seperti mobil konvensional, seperti ganti oli, busi, filter udara dan sebagainya, bila komponen sudah jelek performa akan menurun, konsumsi BBM meningkat,” ucap Jayan. Penyebab lain yang bikin mobil hybrid terasa boros BBM adalah pola mengemudi yang agresif. Ketika pengemudi menginjak pedal gas perlahan, maka respons sistem akan membuat motor listrik saja yang bekerja. “Ini bisa terjadi saat mobil melaju pelan, seperti di parkiran, jalanan macet, gang dan sejenisnya, selama baterai terisi maka motor listrik saja yang akan menggerakkan roda, sementara mesin kondisinya mati,” ucap Jayan. Berbeda dengan kebiasaan mengemudi agresif, ketika pedal gas diinjak secara spontan dan dalam, maka respons mobil akan menyemburkan tenaga optimal, yakni dengan mengaktifkan mesin bakar dan motor listrik secara bersamaan. “Efeknya akselerasi lebih buas, tapi konsumsi BBM menjadi lebih boros, selain itu baterai HEV akan terkuras, sehingga mesin bakar juga bertugas untuk mensuplai arus listrik atau berperan sebagai generator,” ucap Jayan. Jadi, mobil hybrid bisa boros BBM karena cara mengemudi yang agresif, terjadi penurunan performa mesin bakar dan baterainya mulai lemah. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang