Gaya mengemudi ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan penumpang. Banyak keluhan mabuk perjalanan atau pusing bukan semata karena kondisi fisik, tetapi lebih pada cara pengemudi mengendalikan mobil. Pembalap nasional sekaligus Wakil Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), Rifat Sungkar, membagikan sejumlah tips teknis sederhana agar pengalaman berkendara tetap nyaman tanpa membuat penumpang merasa mual. Menurut Rifat Sungkar, salah satu kesalahan umum adalah menerapkan pola racing line di jalan raya, yaitu mengambil jalur dari sisi terluar lalu masuk ke dalam sebelum keluar kembali. “Racing line itu hanya untuk sirkuit. Kalau diaplikasikan di jalan umum, itu berbahaya dan bikin penumpang tidak nyaman,” kata Rifat saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025). Ia menjelaskan bahwa manuver belok yang terlalu patah dan dilakukan berulang justru menambah hambatan pada mobil. Ilustrasi mengemudi Hambatan ini membuat kendaraan terasa tersentak dan memicu ketidaknyamanan pada penumpang. Selain itu, cara seperti ini juga berdampak buruk pada efisiensi bahan bakar karena mobil bekerja lebih berat dibandingkan saat bergerak dengan alur kemudi yang lebih halus. Rifat menekankan bahwa pengemudi harus menjaga input kemudi tetap lembut dan terukur. Semakin sedikit perubahan arah yang ekstrem, semakin stabil pula kendaraan melewati tikungan atau jalan berkelok. Ilustrasi kickdown pedal gas Baginya, halus dalam mengemudi bukan berarti lambat, tetapi mampu menjaga ritme agar mobil tidak bergoyang berlebihan. Selain teknik kemudi, stabilitas bukaan pedal gas juga sangat menentukan kenyamanan penumpang. Rifat mengatakan bahwa memainkan gas secara tiba-tiba—baik menekan maupun melepas—membuat mobil memproduksi gerakan maju-mundur yang dapat memicu mual. Pada kondisi harian, bukaan gas yang konsisten adalah kunci agar mobil bergerak mulus tanpa getaran yang tidak perlu. “Throttle position yang stabil membuat mobil lebih efisien dan penumpang lebih nyaman,” ujar Rifat. Ia menambahkan bahwa kebiasaan ini sebetulnya sudah menjadi prinsip dasar pembalap saat menjaga ritme di lintasan, hanya saja untuk digunakan di jalan umum, penerapannya dilakukan dengan intensitas yang lebih halus dan adaptif. Dengan menjaga kemudi tetap lembut, pedal gas konsisten, serta menghindari gaya mengemudi ala balap, pengemudi dapat menciptakan perjalanan yang jauh lebih nyaman dan aman. Rifat berharap tips sederhana ini dapat diterapkan oleh siapa saja, terutama pengemudi harian yang sering membawa keluarga, anak, atau lansia yang sensitif terhadap gerakan mobil. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.