Mengemudi saat bulan Ramadhan membutuhkan persiapan ekstra, terutama karena perubahan pola tidur yang kerap memicu rasa kantuk di jalan. Kondisi ini berisiko menurunkan konsentrasi dan meningkatkan potensi kecelakaan jika tidak diantisipasi dengan baik. Training Director The Real Driving Center Marcell Kurniawan mengatakan, pengemudi wajib menjaga kebutuhan tidur meski harus bangun lebih awal untuk sahur. Menurut dia, orang dewasa tetap membutuhkan waktu istirahat yang cukup setiap hari. Mobil kecelakan di Jatinegara diduga karena mengantuk dan sebabkan kecelakaan beruntun, Kamis (28/8/2025). “Waktu tidur kita untuk orang dewasa 6–8 jam per hari itu minimal dia harus tidur,” kata Marcell kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026). Ia menambahkan, jika harus bangun pukul 2 atau 3 dini hari, maka pengemudi perlu mengatur waktu tidur lebih cepat sejak malam hari. Selain tidur cukup, Marcell menyarankan pengemudi memanfaatkan teknik power nap untuk menjaga kebugaran tubuh. Tidur singkat selama 15 menit dinilai efektif mengembalikan energi dan meningkatkan fokus sebelum kembali beraktivitas. “Lakukan power nap, tidur sebentar saja 15 menit, itu lumayan recharge badan kita untuk kita fresh lagi,” ujarnya. Ia menyarankan power nap dilakukan saat jam istirahat siang atau setelah salat, bahkan bisa diulang menjelang perjalanan pulang kerja. Persiapan fisik sebelum berkendara juga harus diimbangi dengan kemampuan mengukur kondisi diri sendiri saat berada di balik kemudi. Pengemudi perlu memastikan dirinya benar-benar dalam kondisi layak mengemudi. Marcell menjelaskan tubuh biasanya memberikan tanda ketika pengemudi mulai kelelahan, seperti sering menguap, sulit membuka mata, kehilangan fokus, hingga berpindah lajur tanpa sadar. Tanda-tanda tersebut merupakan peringatan yang tidak boleh diabaikan. “Kalau sudah capek, sudah lelah, pinggirkan kendaraan, jangan memaksakan diri, karena risikonya besar,” kata dia. Berhenti sejenak untuk beristirahat dinilai jauh lebih aman dibanding memaksakan perjalanan dalam kondisi mengantuk. Dengan manajemen tidur yang baik, power nap, serta kesadaran membaca sinyal tubuh, risiko berkendara saat puasa dapat ditekan. Pengemudi pun bisa tetap aman dan nyaman selama menjalani aktivitas di bulan Ramadhan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang