Musim hujan sering menjadi tantangan tersendiri bagi para pengemudi, terutama ketika kondisi jalanan tergenang air dan licin. Salah satu bahaya yang kerap mengintai adalah aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban mobil kehilangan traksi karena melintas di permukaan air dengan kecepatan tinggi. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, aquaplaning terjadi ketika mobil melaju terlalu cepat di atas genangan air sehingga ban tidak mampu membuang air secara optimal. Dalam situasi seperti ini, ketenangan menjadi kunci utama agar tidak terjadi kepanikan yang bisa memperburuk keadaan. Hujan deras selama arus balik lebaran 2023, wasbadai bahaya aquaplaning di jalan tol “Saat aquaplaning terjadi lepas pedal gas, rem, dan kopling. Jangan dilawan tapi diikuti saja, sambil tahan posisi setir. Ketika sudah mendapatkan cengkeraman ban, koreksi sedikit demi sedikit,” kata Sony kepada Kompas.com belum lama ini. Ia menegaskan, pengemudi tidak disarankan langsung menginjak rem mendadak karena bisa membuat salah satu ban kehilangan grip dan menyebabkan mobil berputar. “Karena kalau salah satu ban selip bisa mengakibatkan mobil melintir,” katanya. Untuk mencegah aquaplaning, Sony menyarankan agar pengemudi mengurangi kecepatan ketika melihat genangan air di depan. Ia menyarankan, ketika terlihat ada genangan, lepas gas secara perlahan agar kecepatan turun. Jangan mengerem mendadak di atas air karena roda bisa kehilangan traksi, kecuali mobil sudah dilengkapi sistem rem Anti-lock Braking System (ABS). Sony menambahkan, risiko aquaplaning lebih tinggi pada mobil dengan kondisi ban yang sudah aus. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya rutin memeriksa tekanan angin dan kondisi alur ban agar tetap sesuai standar pabrikan. “Cek alur ban dan tekanan angin, karena tekanan angin yang kurang akan membuat tapak ban bagian tengah tidak menapak sempurna, jadi air lebih banyak di daerah itu. Pastikan alur ban masih cukup untuk jalur air saat melewati genangan,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.