JAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seiring dinamika atmosfer yang aktif sebagaimana disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi ini berdampak langsung pada keselamatan lalu lintas, terutama di jalan tol yang memiliki karakter kecepatan tinggi dan jarak pengereman lebih panjang saat permukaan jalan basah. Merespons situasi tersebut, Korlantas Polri menekankan pentingnya adaptasi cara mengemudi saat hujan. Melalui unggahan resminya, Korlantas mengingatkan pengemudi agar tidak menyamakan pola berkendara saat hujan dengan kondisi cuaca cerah. Berikut aturan mengemudi di jalan tol saat hujan yang diimbau Korlantas Polri: Ilustrasi speedometer sebagai salah satu alat ukur GLB dan GLBB 1. Kurangi kecepatan dan sesuaikan dengan kondisi jalan Permukaan jalan yang licin membuat daya cengkeram ban menurun. Menurunkan kecepatan membantu pengemudi menjaga kendali kendaraan dan mengantisipasi pengereman mendadak. 2. Nyalakan lampu utama (lampu dekat) pentingnya jaga jarak aman di jalan tol Lampu utama meningkatkan visibilitas, baik untuk melihat kondisi jalan maupun agar kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. 3. Jaga jarak aman antar kendaraan Saat hujan, jarak pengereman menjadi lebih panjang. Menjaga jarak aman memberi waktu reaksi yang cukup jika terjadi kondisi darurat. Rest Area KM 65B 4. Hindari manuver mendadak dan pindah lajur sembarangan Perpindahan lajur atau perubahan arah secara tiba-tiba berisiko membuat kendaraan kehilangan traksi, terutama di jalan tol yang basah. 5. Menepi di rest area jika hujan sangat lebat Jika intensitas hujan tinggi hingga mengganggu jarak pandang, menepi sementara di rest area terdekat dinilai lebih aman dibanding memaksakan perjalanan. Korlantas Polri menegaskan, adaptasi cara mengemudi saat hujan merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama. Dengan disiplin menerapkan imbauan tersebut, risiko kecelakaan di jalan tol saat cuaca buruk diharapkan dapat ditekan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang