Mobil dengan sistem penggerak roda depan (FWD) cenderung mengalami selip roda ketika menanjak, khususnya pada jalan licin dan menikung. Karena itu, dibutuhkan cara khusus agar mobil dapat melibas tanjakan dengan lebih mudah. Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota-Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan, pengemudi yang tidak terbiasa menggunakan mobil FWD akan kesulitan melibas tanjakan. “Bedanya ada di cara menginjak pedal gas, untuk mobil manual butuh menjaga traksi lebih baik, sehingga disarankan tidak menginjak pedal gas terlalu responsif,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Kamis (19/3/2026). Tantangan menggunakan mobil manual dengan sistem FWD memang lebih kompleks karena pengemudi juga harus memperhitungkan traksi rodanya yang mudah selip. “Mobil dengan sistem FWD kan cenderung lebih mudah selip, sehingga saat memainkan pedal gas dan kopling tidak cukup hanya asal bertenaga, tapi harus diimbangi dengan memperhitungkan traksi,” ucap Muchlis. Ilustrasi tanjakan ekstrem Muchlis mengatakan, putaran roda harus diupayakan bergulir perlahan agar permukaan ban tetap mencengkram permukaan jalan dengan baik. Jamaludin, Head of Nissan Academy PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mengatakan, selain kondisi jalan yang licin, permukaan jalan tak rata dapat meningkatkan peluang terjadinya selip. “Tak semua tanjakan memiliki permukaan jalan rata, seperti pada tanjakan yang menikung, sudut sisi dalam tikungan memiliki kemiringan lebih ekstrem, sehingga pada posisi tertentu salah satu roda penggerak tidak menapak dengan sempurna,” ucap Jamal kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Tanjakan Spongebob di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menjadi pilihan jalan alternatif ratusan kendaraan wisatawan untuk melangsungkan perjalanan arus balik menuju Kota Bandung, Senin (1/1/2024). Jamal mengatakan, tanjakan dengan permukaan jalan tak rata, tidak mendukung desain beberapa kendaraan. “Ada peluang salah satu roda tidak menapak dengan baik, akibat permukaan jalan tidak rata antara kanan dan kiri, akibatnya ada perbedaan traksi ketika mobil hendak melaju,” ucap Jamal. Khusus mobil dengan sistem FWD, traksi roda depan cenderung lebih kecil daripada yang belakang, saat mobil menanjak. Ditambah lagi menikung, maka ada peluang perbedaan traksi juga antara roda kanan dan kiri. “Mengingat desain gardan tidak dilengkapi brake limited slip differential (BLSD) maka antara roda penggerak kanan dan kiri terjadi beda traksi, sehingga salah satu roda akan lebih mudah selip,” ucap Jamal. Ketika salah satu roda penggerak selip maka seluruh putaran mesin akan dialirkan menuju sisi roda yang selip, sementara roda dengan traksi lebih baik tidak berputar, sehingga mobil tak sanggup menanjak. Kendaraan melintas di tanjakan ekstrem Panorama 1 kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (19/3/2026). Jalur berkelok dengan tanjakan curam ini menjadi salah satu titik rawan kecelakaan saat arus mudik Lebaran, meski kondisi lalu lintas terpantau relatif lancar dalam beberapa hari terakhir. “Maka dari itu, akan lebih aman mengambil jalur sisi luar dengan kemiringin jalan lebih landai dan rata, harapannya antara roda penggerak kanan dan kiri memiliki traksi dan penyaluran tenaga sama,” ucap Jamal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang