Mobil dengan sistem front wheel drive (FWD) dan rear wheel drive (RWD) memiliki karakter pengendalian yang berbeda saat kehilangan traksi, sehingga cara mengatasi mobil selip pada keduanya juga tidak sama. Pada kondisi tertentu, terutama saat melintasi tikungan, mobil bisa mengalami oversteer atau understeer yang membuat arah kendaraan sulit dikendalikan, sehingga pengemudi perlu memahami karakter masing-masing sistem penggerak. Lalu, mana yang lebih mudah dikontrol saat selip, mobil FWD atau penggerak roda depan dan RWD atau penggerak roda belakang? Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, mengatakan mobil dengan sistem FWD cenderung lebih mudah dikendalikan saat mengalami oversteer dibandingkan mobil RWD. Tikungan Mbah Singo di Jalur Gumitir, Jember, Jawa Timur, usai preservasi dan open traffic 4 September 2025. “Karena mobil front wheel drive (FWD), saat roda belakang selip, tinggal mengikuti roda depan yang antisipasinya dengan maintain gas,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Sony, ketika mobil FWD mengalami oversteer, pengemudi dapat mengatasinya dengan menjaga injakan pedal gas agar arah kendaraan kembali terkoreksi. Berbeda dengan mobil RWD yang membutuhkan teknik counter steering dan tidak boleh langsung digas saat bagian belakang kendaraan mulai membuang. “Tapi kalau bicara ban selip, FWD lebih cenderung mengalami understeer, sedangkan RWD lebih oversteer,” ucapnya. Sony menjelaskan, baik understeer maupun oversteer pada dasarnya dapat diatasi dengan cara yang hampir sama, yaitu mengurangi kecepatan kendaraan secara bertahap dan mengoreksi arah setir dengan halus. “Untuk RWD kalau selip yang dilakukan yaitu countersteer. Kalau penggerak depan, tinggal dikoreksi saja setirnya,” ucap Sony. Karena itu, memahami karakter mobil FWD dan RWD serta teknik koreksi yang tepat saat terjadi selip menjadi hal penting untuk menjaga kendali kendaraan dan meningkatkan keselamatan saat berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang