Pemilihan lampu utama pada mobil bukan sekadar soal tampilan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan berkendara. Warna cahaya yang digunakan dapat memengaruhi kenyamanan pengemudi, visibilitas di berbagai kondisi, hingga dampaknya bagi pengguna jalan lain. Seiring perkembangan teknologi, pilihan lampu kendaraan kini semakin beragam, mulai dari bohlam konvensional hingga LED modern. Masing-masing memiliki karakteristik berbeda yang perlu dipahami agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan berkendara. Ilustrasi lampu mobil Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Centre, mengatakan, lampu utama berwarna kuning dan putih memiliki sisi positif dan negatif jika dilihat dari sisi keselamatan berkendara. “Lampu kuning lebih aman untuk pengendara lain karena lebih nyaman di mata. Lalu lebih mampu menembus hujan dan kabut. Namun, kekurangannya adalah visibilitas malah lebih rendah saat kondisi normal,” kata Marcell kepada Kompas.com, belum lama ini. Untuk lampu berwarna putih, menurut Marcell, model sekarang visibilitasnya sudah lebih baik di berbagai kondisi, termasuk saat hujan dan kabut. "Warna putih akan seperti cahaya matahari, sehingga visibilitasnya lebih tinggi. Tapi, kekurangan dari lampu berwarna putih adalah lebih menyilaukan untuk pengemudi lain," ucap Marcell. Kelebihan dan kekurangan lainnya adalah dari sisi durabilitas, efisiensi, dan harga. Lampu LED lebih hemat energi dan memiliki usia pakai yang panjang. Namun, harganya jauh lebih mahal. Sementara lampu bohlam, usia pakainya lebih pendek dan tidak sehemat LED untuk konsumsi energinya. Tapi, harganya jauh lebih terjangkau. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang