Puncak arus mudik Lebaran 2026 sudah berlangsung sejak kemarin dan hari ini. Kalau mau pergi pakai mobil pribadi, pemudik punya keleluasaan untuk memilih waktu berangkat, bisa pagi atau malam. Training Director The Real Driving Center Marcell Kurniawan menjelaskan, baik berangkat pagi maupun malam memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal ini perlu disesuaikan dengan kondisi fisik dan kesiapan pengemudi. “Kalau pagi, plusnya lebih segar karena telah istirahat (tidur). Minusnya lebih ramai dan kemungkinan macet lebih tinggi,” kata Marcell kepada Kompas.com belum lama ini. Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah timur meningkat signifikan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Rabu (18/3/2026). Kondisi lalu lintas yang padat berpotensi membuat perjalanan lebih lama. Sebaliknya, perjalanan malam hari menawarkan kondisi jalan yang lebih lengang. Risiko kemacetan cenderung lebih kecil dibandingkan pagi atau siang hari. “Kalau malam, plusnya lebih sepi dan minim macet. Minusnya, kemungkinan alami microsleep tinggi,” ujar Marcell. Microsleep merupakan kondisi tertidur singkat yang bisa terjadi tanpa disadari. Selain itu, berangkat malam hari melawan jam biologis manusia yang seharusnya istirahat. Karena itu, pemudik disarankan menyesuaikan waktu keberangkatan dengan kondisi tubuh. Jika memilih malam, pastikan sudah cukup istirahat dan berhenti secara berkala. Sementara jika berangkat pagi, antisipasi kepadatan dengan mengatur waktu lebih awal. Perencanaan perjalanan menjadi kunci agar mudik tetap aman dan nyaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang