Masih banyak ditemui pemilik kendaraan bermotor mencampur dua jenis bahan bakar minyak (BBM) atau menggantinya secara bergantian. Kebiasaan ini sering dilakukan karena alasan efisiensi, ketersediaan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), atau keinginan mendapatkan performa mesin yang lebih optimal. Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto mengatakan, kebiasaan mencampur BBM justru lebih berisiko dibandingkan sekadar gonta-ganti jenis bahan bakar. “Perlu diketahui, beberapa jenis bahan bakar ada yang mengandung zat aditif dan tidak, misal Pertamax Turbo (RON 98) ada aditif dengan fungsi deterjen, anti oksidan, antikorosi, dispersant, demulsifier, sementara Pertalite tidak,” ucap Tri kepada Kompas.com, belum lama ini. Ilustrasi SPBU. Harga BBM per 1 November 2025. Ia menambahkan, perbedaan utama antara bahan bakar berkualitas tinggi dan rendah tidak hanya terletak pada angka oktannya, tetapi juga pada keberadaan zat aditif. Zat inilah yang berfungsi menjaga kebersihan mesin serta mencegah penumpukan karbon pada ruang pembakaran. “Kalau bahan bakar dengan zat aditif dicampur dengan yang tidak ada, itu justru akan menimbulkan deposit lebih parah jika dibandingkan dengan bahan bakar tanpa zat aditif sama sekali, sedangkan kalau gonta-ganti jenis bahan bakar itu berbeda hal,” ucap Tri. Sementara untuk kendaraan yang bergantian menggunakan Pertalite dan Pertamax, dampaknya tidak separah mencampurnya secara bersamaan. Ketika memakai Pertalite, endapan karbon memang bisa terbentuk. Tetapi saat kembali menggunakan Pertamax, kandungan aditifnya dapat membantu mengikis deposit tersebut secara perlahan. Tri melanjutkan, meski proses pembersihan kerak karbon tidak instan, penggunaan BBM berkualitas tinggi dalam jangka panjang tetap memberi efek positif pada mesin Jadi, kebiasaan gonta-ganti BBM masih relatif lebih aman dibandingkan mencampur dua jenis bahan bakar dalam satu tangki. Konsistensi dalam memilih BBM dengan kualitas tinggi tetap menjadi cara terbaik untuk menjaga performa mesin dan efisiensi pembakaran. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.