Mengganti jenis bahan bakar minyak (BBM) pada motor sering dianggap sepele. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak langsung pada performa hingga kesehatan mesin dalam jangka panjang. Pada dasarnya, penggunaan BBM seharusnya disesuaikan dengan spesifikasi mesin, terutama rasio kompresi. Misalnya, mesin dengan kompresi 10:1 hingga 11:1 idealnya menggunakan BBM dengan RON 92. Namun dalam kondisi tertentu, seperti saat BBM langka, pengendara terpaksa menggunakan jenis lain dengan RON berbeda atau bahkan berganti merek. SPBU BP di Jalan Margonda Raya, Depok, kembali menyediakan stok BBM RON 92 pada Jumat (31/10/2025). Masalah muncul ketika pergantian BBM ini dilakukan terlalu sering atau tidak sesuai spesifikasi. Menurut Victor Assani, 2W dan OBM Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), pemilihan BBM yang tepat sangat penting untuk menjaga performa dan usia komponen mesin. "RON yang tidak sesuai akan berefek kepada pembakaran yang tidak sempurna. Sehingga yang pertama terasa adalah konsumsi BBM meningkat (semakin boros)," kata Victor kepada Kompas.com, belum lama ini. Pembakaran yang tidak sempurna ini menjadi akar dari berbagai masalah lain. Selain membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros, kondisi tersebut juga dapat memicu kerusakan mesin secara perlahan. Ilustrasi ruang bakar Salah satu dampak yang sering terjadi adalah penumpukan karbon di ruang bakar. Hal ini terjadi karena komposisi zat dalam BBM yang berbeda-beda, sehingga saat sering berganti jenis, pembakaran tidak berlangsung optimal dan meninggalkan residu. "Penumpukan karbon terjadi misalnya jika ada zat tertentu yang malah jadi berlebihan konsentrasinya. Atau sebaliknya, sehingga sisa pembakaran akan lebih banyak menghasilkan karbon atau emisi," ujar Victor. Endapan karbon ini jika dibiarkan bisa mengganggu kinerja mesin, menurunkan tenaga, hingga mempercepat keausan komponen. Dalam jangka panjang, biaya perawatan pun bisa membengkak. Mekanik bengkel suzuki sedang melakukan perawatan sepeda motor Suzuki Shogun. Karena itu, penggunaan BBM yang konsisten dan sesuai spesifikasi menjadi kunci utama menjaga performa motor tetap optimal. Jika terpaksa mengganti jenis BBM, sebaiknya hanya bersifat sementara dan tidak dilakukan terlalu sering. Paling aman, Victor menyarankan agar motor menggunakan BBM dengan RON yang sesuai spesifikasi. Selain itu, untuk menghindari penimbunan kerak karbon, sebaiknya gunakan satu jenis BBM saja dan jangan sering mengganti. Dengan kata lain, kebiasaan kecil seperti memilih BBM ternyata punya dampak besar. Konsistensi dalam penggunaan bahan bakar bukan hanya membuat motor lebih irit, tetapi juga menjaga mesin tetap awet dalam jangka panjang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang