Kebiasaan merokok di dalam mobil kerap dianggap sepele oleh sebagian pengemudi. Selain mengganggu kenyamanan, rupanya asap rokok juga bisa berdampak buruk pada kondisi interior, terutama bagian plafon yang rentan menyerap kotoran dan bau. Menurut Akhir, pemilik bengkel Berkah di Tangerang, asap rokok menjadi salah satu penyebab utama plafon mobil cepat kotor dan rusak. "Asap rokok itu mengandung nikotin yang sifatnya lengket, jadi mudah menempel di plafon dan susah dibersihkan," kata Akhir saat ditemui di Tangerang, Senin (6/4/2026). Ia menjelaskan, lapisan plafon mobil umumnya berbahan kain atau fabric yang memiliki pori-pori halus. Material ini membuat partikel dari asap rokok mudah terserap dan menumpuk seiring waktu. Akibatnya, warna plafon yang semula cerah bisa berubah menjadi kekuningan atau kusam. Tidak hanya itu, bau rokok juga akan terperangkap di dalam kabin dan sulit hilang meski mobil sudah lama tidak digunakan. Kondisi atap mobil yang membutuhkan perbaikan Selain merusak tampilan, kondisi tersebut juga bisa menurunkan kenyamanan berkendara, terutama bagi penumpang yang sensitif terhadap bau. Dalam beberapa kasus, plafon yang sudah terlalu kotor bahkan perlu diganti karena sulit dipulihkan. Akhir menyarankan pemilik kendaraan untuk menghindari kebiasaan merokok di dalam mobil. Kebersihan mobil sangat menentukan kenyamanan penumpang. "Kalau sudah terlanjur kotor, sebaiknya segera dibersihkan sebelum noda makin menempel dan sulit dihilangkan," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang