Mobil dengan riwayat sering telat ganti oli merupakan salah satu hal yang perlu diwaspadai oleh konsumen. Biasanya, hal ini disembunyikan oleh pemilik sebelumnya ketika hendak dijual. Oli mesin memiliki peran vital sebagai pelumas, pendingin, dan pelindung komponen mesin dari keausan. Sering telat ganti oli, artinya komponen mesin rawan mengalami kerusakan. Eko Setiawan, pemilik bengkel Everest Motors Tangerang Selatan mengatakan ketika oli tidak diganti tepat waktu, kualitasnya akan menurun. “Oli menjadi lebih kotor, encer, dan kehilangan kemampuan melumasi secara optimal. Akibatnya, gesekan antar komponen mesin meningkat,” ucap Eko kepada KOMPAS.com, Selasa (14/4/2026). Gesekan yang tinggi menyebabkan keausan lebih cepat pada bagian penting seperti piston, ring piston, poros engkol dan camshaft. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan performa mesin secara signifikan. “Oli yang sudah lama tidak diganti dapat berubah menjadi lumpur atau sludge. Endapan ini bisa menyumbat jalur oli, sehingga distribusi pelumasan menjadi tidak merata,” ucap Eko. Ganti oli mesin mobil Ketika aliran oli terhambat, beberapa bagian mesin bisa mengalami kekurangan pelumasan. Hal ini berisiko menyebabkan kerusakan serius pada komponen internal mesin. Fungsi lain oli adalah membantu mendinginkan mesin. Jika oli sudah rusak, kemampuan ini menurun sehingga mesin lebih mudah mengalami panas berlebih. “Mesin yang sering mengalami overheat berpotensi mengalami kerusakan berat. Misalnya, kepala silinder bisa melengkung atau komponen internal mengalami perubahan bentuk,” ucap Eko. Ilustrasi gasket kepala silinder Telat ganti oli juga dapat menyebabkan konsumsi oli menjadi lebih boros. Ring piston yang aus membuat oli ikut terbakar di ruang bakar bersama bahan bakar. Akibatnya, muncul gejala seperti asap knalpot berwarna biru dan bau yang tidak normal. Ini menjadi tanda bahwa kondisi mesin sudah tidak sehat. Selain berdampak pada mesin, riwayat telat ganti oli juga mencerminkan perawatan kendaraan yang buruk secara keseluruhan. Hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah lain yang tersembunyi. “Membeli mobil dengan kondisi seperti ini berisiko menimbulkan biaya perbaikan yang besar. Kerusakan mesin seringkali membutuhkan biaya tinggi, bahkan bisa sampai turun mesin,” ucap Eko. Kesimpulannya, penting bagi calon pembeli untuk memastikan riwayat servis mobil bekas. Memilih kendaraan dengan perawatan rutin akan lebih aman, nyaman, dan ekonomis dalam jangka panjang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang