Penggunaan oli palsu dapat menimbulkan berbagai bahaya serius bagi mesin kendaraan. Oli memiliki peran penting sebagai pelumas, pendingin, sekaligus pembersih komponen mesin. Kandungan dan kualitas oli palsu yang tidak sesuai standar, berpotensi menimbulkan gesekan berlebih antar komponen. Salah satu dampaknya, pelumasan jadi tidak optimal. Gio, pemilik bengkel motor Giovani Motor Cawas Klaten mengatakan oli palsu banyak dijumpai di pasaran, maka dari itu jangan tergiur dengan harga murah. “Pastikan melakukan perawatan di bengkel terpercaya, agar konsumen terhindar dari risiko pemakaian oli palsu,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Jumat (10/4/2026). Komponen mesin seperti piston dan dinding silinder lebih cepat aus bila tidak dilumasi dengan baik. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memperpendek umur mesin secara signifikan. “Bisa jadi oli palsu tidak mampu menyerap panas dengan baik karena spesifikasi yang jauh berbeda dengan merek aslinya, mesin menjadi lebih cepat panas dan berisiko mengalami overheat saat digunakan,” ucap Gio. Ilustrasi oli mesin hitam pekat Oli berkualitas rendah juga cenderung menghasilkan kerak atau sludge. Endapan ini dapat menyumbat saluran oli dan mengganggu sirkulasi pelumas di dalam mesin. Jika sirkulasi terganggu, beberapa bagian mesin bisa kekurangan pelumasan. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat memicu kerusakan mendadak. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan dampak oli palsu dari juga bisa membuat performa kendaraan menurun. Barang bukti oli motor yang diamankan dari M (44) dan D (35) warga Nunukan Timur. Keduanya mengaku terpaksa mencuri untuk makan dan membeli seragam sekolah anaknya. “Penggunaan oli palsu membuat tenaga mesin menurun. Tarikan terasa berat karena mesin bekerja tidak efisien, ada bedanya dari segi performa,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Sabtu (11/4/2026) Konsumsi bahan bakar juga bisa meningkat. Mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menghasilkan performa yang sama seperti saat menggunakan oli berkualitas. Dalam kondisi parah, oli palsu dapat menyebabkan kerusakan besar seperti piston baret atau mesin jebol. Perbaikan tentu membutuhkan biaya yang sangat mahal. “Saya menyarankan konsumen agar pakai oli berkualitas tinggi, dan beli di bengkel atau toko terpercaya, jangan tergiur harga oli murah di lapak daring,” ucap Imun. Oleh karena itu, penting untuk selalu menggunakan oli asli dan berkualitas. Membeli di tempat terpercaya dan memeriksa kemasan dapat membantu menghindari risiko penggunaan oli palsu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang