Secara teknis, kemampuan oli mesin dalam membantu menghemat BBM berkaitan langsung dengan kemampuannya dalam mengurangi gesekan atau 5 di dalam mesin. Semakin kecil hambatan antar komponen bergerak, semakin sedikit energi yang terbuang, sehingga efisiensi bahan bakar meningkat. Hanya saja, tak semua mobil memiliki desain mesin sama. Dengan kata lain, tak semua mobil boleh memakai oli yang paling efisien. Sehingga, perlu penyesuaian dan perhitungan tepat. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan faktor utama yang memperhatikan konsumsi BBM pada mobil adalah viskositas oli. “Viskositas menunjukkan tingkat kekentalan oli. Oli dengan viskositas lebih rendah, misalnya 0W-20 atau 5W-30 lebih mudah mengalir dan membentuk lapisan pelumas yang tipis namun cukup kuat. Lapisan ini mengurangi hambatan saat piston, poros engkol, dan komponen lain bergerak,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Sabtu (11/4/2026). Pada kondisi dingin, kode huruf “W” (winter) menunjukkan kemampuan oli mengalir saat start awal. Oli dengan angka kecil 0W atau 5W akan lebih cepat bersirkulasi, sehingga mengurangi gesekan saat mesin pertama kali dinyalakan. Ganti oli mesin mobil Saat mesin sudah panas, viskositas pada suhu tinggi menentukan kestabilan lapisan pelumas. Oli yang terlalu kental akan meningkatkan hambatan, sedangkan yang terlalu encer berisiko tidak mampu melindungi komponen. “Pemilihan viskositas harus sesuai spesifikasi mesin, setiap mobil punya batas oli paling encer yang boleh digunakan, oli encer akan membuat mesin bekerja lebih ringan,” ucap Imun. Selain viskositas, jenis oli juga berpengaruh. Oli sintetis memiliki struktur molekul yang lebih seragam dibandingkan oli mineral. Hal ini membuatnya mampu mengurangi gesekan lebih efektif serta mempertahankan performa pada berbagai suhu. Oli modern juga mengandung friction modifier, yaitu aditif khusus yang dirancang untuk menurunkan koefisien gesek antar permukaan logam. Aditif ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung mikro yang membuat pergerakan komponen menjadi lebih halus. “Ada formula khusus pada oli-oli dengan merek ternama, seperti Castrol, Q8, Liqui Moly dan lainnya, atau oli dengan kualitas premium,” ucap Imun. Pertamina Lubricants luncurkan oli mesin terbaru Fastron Diesel 5W-30 di GIIAS 2025 Faktor lain adalah shear stability atau ketahanan terhadap perubahan viskositas akibat tekanan. Oli yang stabil tidak mudah “menipis” saat bekerja, sehingga tetap mampu melindungi sekaligus menjaga efisiensi mesin dalam jangka waktu lebih lama. Selain itu, oli dengan kualitas baik memiliki kemampuan menjaga kebersihan mesin. Endapan atau sludge dapat meningkatkan gesekan internal. Dengan menjaga mesin tetap bersih, aliran oli menjadi lancar dan efisiensi tetap terjaga. Efisiensi BBM juga dipengaruhi oleh kemampuan oli dalam mengurangi kehilangan energi akibat panas. Oli yang baik membantu mengontrol suhu mesin sehingga pembakaran berlangsung lebih optimal. “Penggunaan oli yang terlalu encer tanpa mengikuti rekomendasi pabrikan justru bisa berbahaya. Lapisan pelumas bisa terlalu tipis dan menyebabkan keausan lebih cepat, yang pada akhirnya menurunkan efisiensi,” ucap Imun. Kesimpulannya, oli yang dapat menghemat BBM adalah oli dengan viskositas rendah yang sesuai spesifikasi mesin, memiliki aditif pengurang gesekan, stabil terhadap suhu dan tekanan, serta mampu menjaga kebersihan mesin. Kombinasi faktor ini membuat mesin bekerja lebih ringan dan efisien. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang