Menghemat konsumsi BBM pada mobil karburator membutuhkan perhatian pada teknik berkendara dan kondisi mesin. Sistem karburator cenderung lebih boros dibanding injeksi, sehingga perawatan dan kebiasaan berkendara sangat menentukan efisiensinya. Hari, pemilik bengkel mobil Juna Speed Klaten mengatakan konsumen tidak bisa membuat mobil karbit lebih irit daripada umumnya. “Fitur dan teknologi mobil karburator terbilang jauh lebih sederhana, sehingga efisiensinya tidak akan pernah sama dengan mobil-mobil modern,” ucap Hari kepada KOMPAS.com, Senin (30/3/2026). Konsumen bisa memastikan karburator dalam kondisi optimal. Setelan campuran udara dan bahan bakar harus tepat agar pembakaran berlangsung sempurna. “Jika terlalu kaya bensin, konsumsi akan meningkat tanpa meningkatkan tenaga secara signifikan, disetel terlalu sedikit BBM atau kurus juga tak bisa, tenaga malah loyo,” ucap Hari. Kondisi antrian BBM di SPBU Belakang Kota depan Pelabuhan Slamet Riyadi Kota Ambon pada Senin sore (30/3/2026) berlanjut hingga malam hari di seluruh tempat pengisian minyak. Menurut Hari, mobil karburator hanya bisa disetel mendekati kondisi standarnya agar konsumsi BBM mendekati paling efisien atau sesuai bawaan pabrikan. Gaya berkendara juga berpengaruh besar. Akselerasi yang halus dan bertahap dapat mengurangi konsumsi BBM. Mobil karburator sangat sensitif terhadap injakan pedal gas yang agresif. “Menjaga putaran mesin tetap stabil juga membantu efisiensi. Hindari memacu mesin pada RPM tinggi secara terus-menerus. Berkendara pada rentang RPM menengah membuat konsumsi bahan bakar lebih terkendali,” ucap Hari. Filter udara Kondisi filter udara harus selalu diperhatikan. Filter yang kotor menghambat aliran udara ke mesin, sehingga campuran bahan bakar menjadi tidak ideal dan lebih boros. Sistem pengapian juga memegang peranan penting. Busi, kabel busi, dan distributor yang tidak optimal dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan meningkatkan konsumsi BBM. “Saluran udara yang terhambat sangat berpengaruh di mobil karburator, karena prinsip kerjanya mengandalkan vakum dari mesin, filter kotor maka akan menyedot BBM lebih banyak,” ucap Hari. Ilustrasi tekanan udara ban motor Tekanan ban yang sesuai standar juga membantu mengurangi beban mesin. Ban yang kurang angin membuat mobil terasa lebih berat dan membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Penggunaan AC pada mobil karburator sebaiknya dibatasi. Kompresor AC menambah beban kerja mesin, terutama saat kondisi lalu lintas padat atau kecepatan rendah. “Barang yang tidak diperlukan sebaiknya tidak dibawa, karena beban berlebih meningkatkan konsumsi bahan bakar,” ucap Hari. Penting juga untuk memeriksa kemungkinan kebocoran bahan bakar. Selang atau komponen yang bocor dapat menyebabkan bensin terbuang tanpa disadari, sehingga konsumsi terlihat lebih boros. Secara keseluruhan, kombinasi perawatan rutin, penggunaan komponen yang baik, dan gaya berkendara yang efisien menjadi kunci utama. Dengan kebiasaan yang tepat, mobil karburator tetap bisa digunakan secara hemat dalam aktivitas harian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang