Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap menjadi momentum masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan pribadi. Namun, tingginya mobilitas selama periode tersebut seringkali berdampak pada peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama akibat kepadatan lalu lintas dan pola berkendara yang kurang efisien. Oleh karena itu, memahami cara menghemat BBM saat libur Nataru menjadi hal krusial bagi para pengguna kendaraan pribadi. Singgih, Sales Advisor Chery Solo Baru, mengatakan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghemat BBM saat berjalan jauh. “Pertahankan kecepatan konstan, hindari injak gas gas dan rem secara mendadak,” kata SInggih kepada Kompas.com, Sabtu (20/12/2025). Ia juga mengatakan, akselerasi yang dilakukan secara halus juga berperan penting dalam menjaga efisiensi BBM. Ketika berkendara Veloz Hybrid dengan mode EV Kemudian, menambahkan, untuk mobil bertransmisi manual, penggunaan gigi yang tepat sesuai putaran mesin sangat berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Selain itu, mesin sebaiknya dimatikan apabila kendaraan berhenti dalam waktu cukup lama, seperti saat beristirahat di rest area, dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima. “Pastikan kendaraan dalam kondisi prima (servis rutin, tekanan angin ban sesuai, gunakan BBM yang sesuai). Serta beban muatan tidak berlebihan atau batas normal,” katanya. Menurut dia, pemilik mobil yang sudah dilengkapi fitur ECO mode juga disarankan memanfaatkannya saat berkendara harian atau perjalanan jauh untuk membantu mengoptimalkan efisiensi bahan bakar. Selain itu, Kamal, pemilik bengkel Kafka, juga membagikan beberapa tips untuk menghemat konsumsi BBM saat berkendara jarak jauh. "RPM maksimal di dua saja, pasti irit BBM," ujar Kamal saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/12/2025). Selain itu, Kamal menekankan pentingnya memperhatikan gaya berkendara. "Saat stop and go yang halus saja, jangan mengentak-entak. Jadi disesuaikan saja gasnya," tuturnya. Kamal juga mengingatkan bahwa upaya penghematan BBM tetap harus mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan pengemudi. Ia menjelaskan, mematikan penyejuk ruangan (AC) demi efisiensi bahan bakar memang bisa menghemat, namun berisiko menurunkan kenyamanan selama perjalanan. "Tanpa AC nyala bisa irit banget, tapi menyiksa," ucapnya. Kamal menambahkan, pengemudi juga perlu memperhatikan tekanan angin ban yang sesuai dengan ketentuan pabrikan. "Tekanan angin disesuaikan dengan ketentuan yang sudah pabrik keluarkan. Biasanya ada panduannya di tiang pintu depan sebelah kanan," katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang