PM Thailand Anutin Charnvirakul beralih menggunakan mobil listrik BYD. Berikut spek mobil BYD tunggangan PM Thailand itu.Pemerintah Thailand mengumumkan adanya kenaikan harga BBM yang berlaku mulai Kamis (27/3/2026). Kenaikan harganya cukup tinggi yaitu sebesar 6 baht per liter atau setara Rp 3.077 (1 baht = 512,94). Sehari sebelum kenaikan itu, warga Thailand memadati SPBU agar bisa mendapatkan BBM dengan harga lebih murah. Antrean panjang pun tak terhindarkan. Di tengah kenaikan harga BBM itu, PM Thailand Anutin Charnvirakul juga terlihat beralih menggunakan mobil listrik pribadinya berupa BYD Sealion 7. Anutin menunggangi SUV listrik itu menuju Gedung Pemerintahan di tengah krisis BBM.Anutin diketahui biasanya menggunakan Rolls-Royce dalam kegiatannya. Baru kali ini dia justru terlihat menunggangi BYD Sealion 7."PM Anutin Charnvirakul menggunakan mobil EV pribadinya untuk pertama kali ke Gedung Pemerintahan saat krisis energi. Mobinya berwarna abu-abu gelap BYD Sealion 7, sebuah SUV EV sporty bergaya coupe, dengan pelat nomor sementara berwarna merah bernomor 9798," demikian dikutip dari unggahan Khaosod English.[Gambas:Twitter]Menyoal spesifikasi, ada dua varian Sealion 7 yang dipasarkan oleh BYD, yakni Premium dan Performance. Terdapat perbedaan yang cukup jauh bagi pecinta kecepatan. Meskipun sama-sama menggunakan baterai berukuran 82,65 kWh.Dari segi performa, Sealion 7 premium menggunakan sistem penggerak rear wheel drive (RWD). Mobil ini punya kecepatan maksimal hingga 215 km/jam. Muntahan tenaganya 230 kW (267 HP) dan torsi 380 Nm. Untuk berlari dari titik nol ke 100 km/jam bisa memakan waktu 6,7 detik.Pada varian performance, BYD Sealion 7 lebih gahar karena menggunakan sistem All Wheel Drive. Mobil ini mampu menghasilkan tenaga 390 kW dan torsi 690 Nm yang bisa berakseleraksi nol hingga 100 km/jam dalam waktu 4,5 detik. Sealion 7 milik Anutin tampaknya varian Performance sebagaimana terlihat dari angka 4,5 s di belakang bodi mobil. Soal jarak tempuh, versi Performance bisa menjangkau sejauh 542 km dalam satu kali pengecasan."Masih belajar," kata Anutin saat mengendarai mobil listrik barunya seraya mengajak masyarakat juga untuk ikut beralih.Dia juga mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan mobil listrik dengan alasan biayanya lebih rendah dan emisi gas buang nol.