Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang bahkan sudah menyentuh Rp 17.800 terus memberi tekanan pada industri otomotif nasional. Kondisi ini turut berdampak pada produsen kendaraan yang masih memiliki ketergantungan terhadap transaksi internasional, termasuk untuk pengadaan komponen dan perlengkapan produksi. Booth BYD di GJAW 2025 Industri Otomotif Tertekan Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, memastikan belum ada perubahan harga mobil BYD hingga sekarang. “Ya, kami mengerti dinamika ekonomi saat ini yang dialami oleh Indonesia dan memang cukup berdampak,” ujar Luther di Jakarta (26/5/2026). Booth BYD di IIMS 2026 “Khususnya kepada perusahaan yang melakukan bisnisnya berbasis international trade, contohnya adalah komponen serta beberapa equipment yang kami harus transaksikan dengan pihak luar,” kata dia. Tekanan akibat kurs dolar AS memang mulai dirasakan berbagai pelaku industri otomotif. Apalagi, banyak produsen masih bergantung pada transaksi global untuk komponen, bahan baku, maupun equipment tertentu. Kondisi tersebut membuat potensi kenaikan harga kendaraan semakin terbuka jika pelemahan rupiah terus berlangsung dalam jangka panjang. Booth BYD di GJAW 2024 Harga Mobil BYD Masih Bertahan Meski menghadapi tekanan biaya akibat kurs, BYD menegaskan belum mengambil keputusan untuk menaikkan harga jual mobil listriknya di Indonesia. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung perkembangan industri otomotif nasional. Booth BYD di GJAW 2025 “Namun sampai saat ini komitmen BYD untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat dan tetap fokusnya adalah berkontribusi lebih kepada industri sehingga kami belum memutuskan apa-apa terkait hal itu (perubahan harga),” ucap Luther. Saat ini, lini produk BYD di Indonesia masih dipasarkan dengan harga yang relatif kompetitif di segmen kendaraan listrik. BYD M6 dijual mulai Rp 383 juta hingga Rp 433 juta. Untuk sedan listrik BYD Seal dibanderol Rp 639 juta sampai Rp 750 juta. Mobil listrik BYD Sealion 7 Lalu SUV listrik BYD Sealion 7 dipasarkan sekitar Rp 629 juta hingga Rp 719 juta. Sedangkan model termurah, BYD Atto 1, dijual mulai Rp 199 juta. Keputusan mempertahankan harga ini menjadi kabar positif bagi konsumen yang tengah mempertimbangkan membeli mobil listrik BYD. Namun, jika tekanan nilai tukar terus berlanjut, bukan tidak mungkin pelaku industri otomotif akan mulai melakukan penyesuaian harga di masa mendatang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang