Beberapa waktu lalu, jagat media sosial sempat dihebohkan oleh video insiden yang melibatkan satu unit Sport Utility Vehicle (SUV) listrik BYD Tang di China. Mobil tersebut tampak mengalami kendala teknis yang cukup fatal di tengah jalan, memicu beragam spekulasi dari warganet terkait masalah kualitas baterai dan sistem keamanan produk pabrikan asal Negeri Tirai Bambu tersebut. Menanggapi rumor yang berkembang liar, PT BYD Motor Indonesia akhirnya angkat bicara untuk meluruskan duduk perkara. Pihak prinsipal memastikan bahwa insiden tersebut murni disebabkan oleh faktor eksternal, bukan karena cacat produksi. Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, mengatakan, menanggapi pemberitaan mengenai insiden yang melibatkan salah satu unit BYD di luar Indonesia, kami telah mendapatkan hasil investigasi tentang penyebab kejadian. Komponen pada mobil listrik BYD Tang diduga terlepas saat banjir di China Berdasarkan hasil investigasi mendalam di lokasi kejadian, insiden itu bermula saat wilayah tersebut tengah dikepung banjir atau genangan air yang cukup tinggi. Kondisi jalan yang tertutup air membuat pengemudi tidak dapat melihat adanya bahaya tersembunyi di atas permukaan aspal. "Kendaraan mengalami benturan keras pada bagian bawah (underbody), di mana penutup lubang saluran air di tengah jalan tersebut dalam kondisi terangkat saat terendam air dan membentur langsung bagian komponen di bawah kendaraan," ujar Luther, dalam keterangan resminya. Kronologi Benturan Komponen Bawah Lebih lanjut, Luther menjelaskan bahwa hantaman keras dari penutup drainase berbahan besi padat itu langsung menyasar area vital di kolong mobil. Tekanan ekstrem di saat mobil bergerak membuat kerusakan struktural pada area underbody tidak dapat dihindari. Komponen pada mobil listrik BYD Tang diduga terlepas saat banjir di China "Diduga fisik dan material penutup serta kondisi benturan sangat keras menyebabkan komponen tersebut sampai terlepas," kata Luther. Sebagai bukti transparansi dan komitmen terhadap keselamatan konsumen, pihak BYD juga telah mengumpulkan bukti visual dari tempat kejadian perkara (TKP) pasca-insiden untuk diserahkan kepada pihak berwenang setempat. "Kami lampirkan foto lokasi kejadian yang langsung ditutup dengan demi alasan keamanan. Kejadian ini dipastikan tidak berkaitan dengan kualitas pada produk, murni kecelakaan dan tidak menyebabkan korban jiwa," ujarnya. Dengan adanya klarifikasi resmi ini, BYD berharap masyarakat, khususnya para pencinta kendaraan listrik di Tanah Air, dapat memilah informasi secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya. Pabrikan memastikan bahwa seluruh lini produk yang dipasarkan global telah melalui uji keselamatan yang sangat ketat.