BYD mengklaim berhasil menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia sejak resmi masuk pada 2024. Vice President BYD Co., Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang mengatakan, pencapaian itu tercermin dari populasi kendaraan BYD di Indonesia telah mencapai lebih dari 90.000 unit. “Sejauh ini sudah ada 90.000 unit kendaraan BYD yang berjalan di seluruh Indonesia. Ini bukan sekadar angka, tetapi representasi dari 90.000 keluarga yang kini ikut mendukung industri hijau,” ujar Liu saat peluncuran BYD M6 DM di Jakarta, Senin (18/5/2026). Jajaran Lini Lengkap dari BYD. Menurut dia, pertumbuhan BYD juga sejalan dengan meningkatnya penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik. Sebelum tren elektrifikasi berkembang masif pada 2023, pangsa pasar EV di Indonesia disebut masih berada di bawah 1 persen. Namun, hingga kuartal I/2026, penetrasi kendaraan listrik sudah menyentuh 20 persen dari total pasar otomotif nasional. Selama periode 2024 hingga 2026, perusahaan juga mencatat pertumbuhan penjualan tahunan atau year on year (YoY) sebesar 53 persen. Meski pasar berkembang cepat, Liu menilai adopsi kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait infrastruktur pengisian daya di luar Pulau Jawa. Menurut dia, kekhawatiran terhadap ketersediaan charging station masih menjadi pertimbangan sebagian konsumen di daerah. “Banyak konsumen di daerah seperti Makassar menyukai teknologi kami, tetapi masih khawatir dengan ketersediaan charging station. Karena itu BYD DM hadir sebagai solusi, bisa di-charge sekaligus tetap dapat menggunakan bensin,” kata Liu. Teknologi ini telah dikembangkan selama lebih dari dua dekade sebagai solusi bagi konsumen yang masih mempertimbangkan aspek jarak tempuh dan fleksibilitas penggunaan harian. Secara global, BYD juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan penjualan sekitar 4,5 juta kendaraan di seluruh dunia. Sementara hingga April 2026, total akumulasi kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) BYD telah mencapai 16 juta unit. Menurut Liu, penggunaan 16 juta kendaraan tersebut diklaim berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 125 juta ton di berbagai negara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang