Penjualan mobil listrik BYD melalui jaringan diler Haka Auto terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Bahkan, penjualan kendaraan listrik BYD di Haka Auto kini disebut sudah menembus ribuan unit per bulan. CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, mengatakan lonjakan penjualan mulai terasa sejak akhir 2025, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Diler BYD Haka Auto “(Penjualan tahun ini, meningkat) jauh lah ya, karena kuartal 1 tahun lalu itu kan masih kecil. Penjualan modelnya kan masih sedikit, kami paling jual enggak sampai 500 unit sebulan ya. Sekarang kan sudah 1.000-an unit sebulan,” ujar Hariyadi di Jakarta (25/5/2026). Menurut dia, peningkatan tersebut terjadi cukup cepat setelah BYD mulai agresif menghadirkan berbagai model kendaraan listrik di Indonesia. “Iya jadi memang lonjakan (penjualan mobil listrik) itu terjadi, ketika di akhir tahun kemarin. Jadi memang langsung jualan kami semua di BYD,” kata Hariyadi. Booth BYD di GJAW 2025 BYD Kian Dominasi Pasar EV Tren positif penjualan di jaringan diler Haka Auto sejalan dengan performa BYD secara nasional. Pabrikan asal China tersebut terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama kendaraan listrik di Indonesia. Hingga Mei 2026, BYD tercatat telah mengedarkan sekitar 90.000 unit kendaraan di jalanan Indonesia secara akumulatif. BYD M6 DM Bahkan pada akhir 2025, BYD berhasil menguasai lebih dari 57 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional. Dominasi tersebut membuat BYD menjadi salah satu merek EV paling agresif berkembang di Tanah Air. Keberhasilan itu tidak lepas dari strategi BYD menghadirkan lini produk yang lengkap di berbagai segmen. Mulai dari hatchback, sedan, SUV, hingga MPV listrik, semuanya mulai tersedia untuk pasar Indonesia. Selain itu, kehadiran Denza sebagai merek premium elektrifikasi juga ikut memperluas jangkauan konsumen BYD. Diler BYD Indonesia Ekspansi Diler Jadi Kunci Di sisi lain, pertumbuhan jaringan diler menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat penetrasi pasar kendaraan listrik BYD di Indonesia. Haka Auto sendiri terus melakukan ekspansi cabang untuk mendekatkan layanan penjualan dan purnajual kepada konsumen di berbagai daerah. Di tengah pertumbuhan pasar EV nasional, Denza D9 muncul sebagai salah satu model yang cukup menyita perhatian. “Diler BYD kami sekarang sudah beroperasi 20 cabang. Sampai Juli 2026 harusnya sudah tembus 30-an cabang. Denza total sudah 4 cabang,” kata Hariyadi. Dengan semakin luasnya jaringan diler, masyarakat kini dinilai lebih mudah mengenal teknologi kendaraan listrik, mencoba produk secara langsung, hingga mendapatkan layanan servis dan suku cadang. Kondisi itu membuat Haka Auto diprediksi akan menjadi salah satu pemain penting dalam ekspansi BYD di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang