Haka Auto selaku mitra diler resmi BYD di Indonesia membidik peningkatan signifikan kontribusi terhadap total penjualan BYD nasional pada 2026. Jika tahun lalu porsinya belum mencapai 20 persen, tahun ini perusahaan menargetkan bisa menyumbang hingga 20-25 persen dari total penjualan. CEO PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) Hariyadi Kaimuddin mengatakan, target tersebut sejalan dengan ambisi BYD yang ingin menggandakan penjualan nasional. “Secara umum kan BYD itu targetnya (2026) dobel ya, dari 50.000 ke 100.000. Jadi dobel ya, kalau kami tentu juga harus segaris, seperti itu,” ujar Hariyadi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). Ia bahkan menyebut kontribusi Haka Auto berpotensi lebih agresif dibanding kenaikan rata-rata nasional. “Jadi kalau BYD jual 100.000 ya 20.000-25.000 adalah kontribusi dari kami. Itu naik tiga kali lipat sih dibanding tahun lalu,” kata dia. Sebagai gambaran, berdasarkan data wholesales GAIKINDO periode Januari–November 2025, BYD mencatat distribusi 40.151 unit, sementara sub-merek premiumnya Denza membukukan 7.176 unit. BYD Indonesia mencatat penjualan lebih dari 54.000 unit sepanjang Januari-Desember 2025. Dengan kontribusi yang sebelumnya belum mencapai 20 persen, ruang pertumbuhan Haka Auto masih cukup besar. Hariyadi mengatakan, optimisme tersebut didasari keyakinan terhadap kekuatan merek dan rencana ekspansi BYD di Indonesia. “Karena kami percaya sama brand-nya. Sama rencana besar dari BYD, tentunya kami percaya,” ujarnya. Untuk mendukung target tersebut, Haka Auto memperluas jaringan diler di berbagai daerah. Penambahan cabang diharapkan menjadi motor utama dalam mendongkrak volume penjualan sekaligus memperbesar kontribusi terhadap total distribusi BYD secara nasional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang