Jaringan diler menjadi salah satu faktor penting di balik pesatnya pertumbuhan BYD di Indonesia. Salah satu kontributor terbesar datang dari diler Haka Auto yang kini menjadi salah satu mitra penjualan utama BYD di Tanah Air. CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, mengatakan, pihaknya turut memegang peran penting dalam penetrasi BYD di Indonesia. “Untuk secara umum (kontribusi penjualan di BYD) sekitar 20 persen, Denza sedikit lebih besar sekitar 25 persen,” ujar Hariyadi di Jakarta, Senin (25/5/2026). Diler BYD Indonesia Menurut dia, kontribusi tersebut turut dipengaruhi oleh ekspansi jaringan diler yang terus dilakukan Haka Auto dalam beberapa waktu terakhir. “Karena memang di BYD kan memang kontribusi itu tergantung juga jumlah cabang yang kami sudah buka,” ucap Hariyadi. Salah Satu Grup Diler Terbesar Hariyadi mengeklaim Haka Auto saat ini menjadi salah satu grup diler BYD terbesar di Indonesia, dan menempati posisi nomor dua dari sisi penjualan. Ekspansi jaringan diler juga terus dilakukan untuk memperkuat penetrasi pasar kendaraan listrik BYD di berbagai daerah. Hingga saat ini, Haka Auto telah mengoperasikan puluhan cabang BYD di Indonesia. Jaringan diler BYD Indonesia “BYD sekarang sudah beroperasi 20 cabang. Sampai Juli 2026 harusnya sudah tembus 30-an cabang. Denza total sudah 4 cabang,” kata Hariyadi. Penambahan jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional, terutama di tengah meningkatnya minat konsumen terhadap mobil elektrifikasi. Selain memperluas akses konsumen terhadap produk, jaringan diler juga berperan dalam layanan purnajual, edukasi teknologi EV, hingga ketersediaan fasilitas servis dan pengisian daya. Booth BYD di IIMS 2026 BYD Dominasi Pasar EV Nasional Di sisi lain, performa BYD di Indonesia memang terus menunjukkan tren positif sejak mulai agresif masuk pasar nasional. Hingga Mei 2026, BYD tercatat telah mengedarkan sekitar 90.000 unit kendaraan di jalanan Indonesia secara akumulatif. Pabrikan asal China tersebut bahkan berhasil mendominasi pasar kendaraan listrik nasional dengan pangsa pasar lebih dari 57 persen pada akhir 2025. MPV listrik Denza D9 di diler Haka Auto, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). Dominasi itu tidak lepas dari strategi agresif BYD dan Denza dalam menghadirkan berbagai model EV di beragam segmen, mulai dari hatchback, sedan, SUV, hingga MPV listrik. Dukungan jaringan diler yang semakin luas juga menjadi salah satu kunci memperkuat penetrasi pasar. Dengan pertumbuhan jaringan dan kontribusi penjualan yang terus meningkat, Haka Auto tampaknya akan menjadi salah satu pemain penting dalam ekspansi BYD di pasar kendaraan listrik nasional dalam beberapa tahun ke depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang