Kesan pertama saat mengendarai BYD M6 DM sebenarnya tidak jauh berbeda dibanding versi battery electric vehicle (BEV)-nya. Tetap halus, senyap, dan terasa ringan seperti mobil listrik murni. Saya berkesempatan menjajal langsung MPV plug-in hybrid tersebut melalui perjalanan Jakarta-Bogor-BSD-Jakarta dengan total jarak hampir 150 kilometer. Rute yang dilalui cukup beragam, mulai dari kemacetan khas ibu kota, jalan tol dengan kecepatan tinggi, hingga jalur naik-turun di wilayah Bogor. BYD M6 DM Terasa Mobil Listrik Menariknya, sepanjang perjalanan tersebut karakter berkendara M6 DM terasa lebih dekat ke EV dibanding hybrid konvensional. Saat pedal gas diinjak, respons tenaganya tetap instan khas motor listrik, tetapi disalurkan dengan halus sehingga nyaman digunakan harian. Hal tersebut cukup wajar karena sistem Dual Mode (DM) milik BYD memang mengutamakan motor listrik sebagai penggerak utama roda. Jadi, dalam sebagian besar kondisi harian, sensasi yang muncul tetap khas EV. Karena itu, ketika digunakan di lalu lintas perkotaan maupun cruising di jalan tol, kabin tetap terasa senyap dan minim getaran. Bahkan saat mobil beralih dari mode EV ke HEV, perubahan karakternya nyaris tidak terasa. Dalam beberapa kali pengujian, mesin bensin sebenarnya sudah aktif, ditandai indikator mode HEV pada panel instrumen. Namun tanpa melihat layar, cukup sulit mengetahui kapan mesin mulai bekerja. BYD M6 DM Suara mesin sangat minim, sementara getaran yang masuk ke kabin juga hampir tidak terasa. Transisi tenaga berlangsung sangat halus sehingga sensasinya tetap seperti mengendarai mobil listrik murni. Karakter akselerasinya pun dibuat cukup linear. Tenaga instan khas motor listrik tetap terasa responsif, tetapi tidak terlalu agresif atau menghentak. Setelan seperti ini membuat M6 DM terasa cocok sebagai mobil keluarga, terutama saat menghadapi kondisi stop and go di perkotaan. Ubahan dari M6 EV Salah satu ubahan yang paling terasa dibanding M6 BEV sebelumnya ada pada tampilan kokpit. Kini panel instrumen sudah full digital dengan visual yang lebih modern dan informatif. Berbagai informasi kendaraan ditampilkan secara real time, mulai dari aliran tenaga, mode berkendara, konsumsi energi, hingga status kerja mesin bensin. Buat pengguna yang baru pertama mencoba mobil PHEV, tampilan ini cukup membantu memahami cara kerja sistem hybrid BYD. Konsumsi BBM BYD M6 DM Namun, berbeda dari M6 BEV sebelumnya, layar hiburan kini tidak lagi bisa diputar antara posisi portrait dan landscape. Seluruh tampilannya dibuat tetap horizontal. Posisi shifter transmisi juga mengalami perubahan. Kini tuas transmisi dipindahkan ke tuas di sisi kanan di balik kemudi. Bagi pengguna yang belum terbiasa, layout ini membutuhkan sedikit penyesuaian pada awal penggunaan, terutama saat pertama kali berpindah dari mobil dengan tuas konvensional di konsol tengah. Adapun kehadiran fitur intelligent cruise control jadi salah satu yang cukup menarik dicoba selama perjalanan. Sistem adaptive cruise control milik M6 DM mampu mengikuti kecepatan kendaraan di depan secara otomatis, termasuk melakukan pengereman dan akselerasi sendiri. Dalam kondisi lalu lintas padat hingga stop and go, fitur tersebut membuat mobil terasa seperti menerapkan one pedal driving ala EV. Pengemudi jadi tidak terlalu sering berpindah dari pedal gas ke rem karena mobil dapat melambat hingga kembali berjalan otomatis mengikuti kendaraan di depan. Berkendara BYD M6 DM Secara teknis, BYD M6 DM dibekali mesin 1.500 cc dengan tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm, dipadukan motor EHS (Electric Hybrid System) 5.0 yang mampu berputar hingga 15.000 rpm. Adapun sistem DM memiliki tiga mode penggerak utama. Pertama EV Mode ketika roda sepenuhnya digerakkan motor listrik. Kedua HEV Series, saat mesin aktif sebagai generator pengisi daya baterai. Kemudian juga ada mode HEV Parallel, ketika motor listrik dan mesin bekerja bersamaan untuk menghasilkan performa maksimal. Kombinasi tersebut membuat M6 DM terasa seperti mobil listrik dalam penggunaan sehari-hari, tetapi tetap menawarkan fleksibilitas kendaraan berbahan bakar bensin untuk perjalanan jarak jauh. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang