Salah satu momok menakutkan bagi pemilik mobil listrik (EV) adalah mahalnya biaya penggantian komponen baterai jika terjadi kerusakan akibat kecelakaan. Namun, kabar mengejutkan datang dari salah satu pemilik Denza Z9 GT—sub-brand premium dari BYD. Dilansir dari CarNewsChina, Minggu (24/5/2026), seorang pemilik Denza Z9 GT membagikan pengalamannya di media sosial Weibo setelah mobilnya mengalami insiden. Bagian bawah mobil (undercarriage) miliknya mengalami kerusakan yang berimbas langsung pada komponen baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) Blade Battery 2.0 yang digendongnya. Menariknya, estimasi biaya penggantian baterai berkapasitas 122,5 kWh tersebut berkisar 78.700 yuan atau setara dengan Rp 176 jutaan (kurs 1 yuan = Rp 2.239). Perlu dicatat, angka tersebut merupakan harga unit baterai saja dari diler resmi Denza, belum termasuk biaya jasa pasang (labour cost) dan komponen habis pakai (consumables). Teknologi Blade Battery yang digunakan BYD Rasio Harga Baterai dan Kendaraan Denza Z9 GT sendiri merupakan mobil listrik bergaya Grand Tourer (GT) yang belum lama ini mendapatkan penyegaran. Pada pasar China, mobil ini dipasarkan dengan rentang harga 269.800 yuan hingga 369.800 yuan (sekitar Rp 604 jutaan sampai Rp 827 jutaan) dan tersedia dalam pilihan varian PHEV maupun EV murni. Varian tertingginya memiliki klaim jarak tempuh hingga 1.036 km. Selain itu, mobil ini juga sudah mendukung fitur pengisian daya cepat BYD's Flash Charging, yang mampu mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu 5 menit. Denza Z9 GT Jika dikalkulasikan, dengan harga baterai sebesar Rp 176 jutaan, maka biaya per kWh dari baterai Denza Z9 GT ini hanya berkisar 642 yuan (Rp 1,4 jutaan) per kWh. Artinya, nilai total baterai ini hanya menyumbang sekitar 21 persen dari keseluruhan harga jual mobil. Angka ini tergolong sangat murah untuk ukuran mobil listrik premium. Denza Z9 GT. Sebagai informasi, berdasarkan data dari China EV Datatracker, BYD saat ini menduduki peringkat kedua setelah CATL dalam hal instalasi baterai kendaraan listrik. Skala produksi yang masif inilah yang membuat BYD memiliki keunggulan besar dalam memangkas biaya produksi baterai untuk lini mobil mereka sendiri. Perbandingan dengan Denza N7 Menanggapi unggahan tersebut, seorang pemilik Denza N7 turut membagikan pengalamannya. Berdasarkan nota resmi dari diler, biaya penggantian baterai Denza N7 berkapasitas 91 kWh justru menyentuh angka 84.290 yuan (sekitar Rp 188 jutaan). Beruntung, penggantian tersebut ditanggung sepenuhnya oleh garansi pabrikan. Sebagai perbandingan, Denza N7 adalah SUV listrik medium yang dijual dengan harga 259.800 yuan hingga 289.800 yuan (Rp 581 jutaan - Rp 648 jutaan). Ini berarti harga baterai Denza N7 menguras porsi hingga 29 persen dari harga total mobilnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang