Kemacetan di jalan raya kerap membuat konsumsi bahan bakar mobil meningkat tanpa disadari. Kondisi lalu lintas yang tersendat membuat kendaraan harus sering berhenti dan berjalan kembali, sehingga kerja mesin menjadi tidak efisien. Di situasi seperti ini, gaya berkendara dan kebiasaan pengemudi sangat berpengaruh terhadap penggunaan BBM. Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor di Solo mengatakan, ada sejumlah tips sederhana yang bisa diterapkan pengendara sehari-hari. Konsumsi BBM Subaru Forester Menurutnya, salah satu kunci utama adalah menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.“Dengan jarak yang cukup, kita tidak perlu sering rem dan gas mendadak,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2026). Untuk mobil bertransmisi manual, penggunaan gigi juga harus disesuaikan dengan kondisi jalan. Iwan juga mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan penggunaan gigi tinggi saat melaju di kecepatan rendah karena bisa membuat kerja mesin menjadi lebih berat. Selain itu, pengemudi juga disarankan menghindari kondisi mesin menyala dalam waktu lama saat kendaraan berhenti. Jika berhenti cukup lama, lebih baik mesin dimatikan untuk menghemat bahan bakar. “Idle terlalu lama juga bikin boros. Kalau berhenti lama, sebaiknya mesin dimatikan saja,” katanya. Faktor lain yang kerap diabaikan adalah tekanan angin pada ban, karena tekanan yang kurang dapat meningkatkan hambatan sehingga mesin bekerja lebih berat dan konsumsi BBM pun meningkat. Terakhir, penggunaan AC juga perlu diperhatikan. Iwan menyarankan agar pengemudi tidak selalu mengatur AC pada suhu paling dingin karena dapat membebani kerja mesin. “Kurangi penggunaan AC berlebihan, AC jangan terlalu dingin atau maksimal terus menerus” ucapnya. Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut, konsumsi bahan bakar kendaraan saat terjebak macet bisa ditekan dan tetap efisien. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang