Musim hujan yang memicu banjir dan genangan air di sejumlah ruas jalan menuntut pengendara mobil listrik untuk lebih waspada. Meski kendaraan listrik dirancang memiliki proteksi terhadap air, bukan berarti aman sepenuhnya ketika terjebak genangan dengan ketinggian dan kondisi yang tidak terprediksi. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah munculnya tanda bahaya dari sistem kendaraan. Indikator peringatan pada panel instrumen menjadi sinyal awal yang tidak boleh diabaikan oleh pengemudi saat mobil listrik berada di kondisi ekstrem, termasuk ketika melewati genangan air. Maulana Hakim, Aftersales Director Wuling Motors, mengatakan, tanda bahaya ketika mobil listrik terjebak genangan bisa dilihat dari indikator yang ada pada instrumen cluster. Air menggengani jalan tol Tangerang Merak di KM 50 arah Serang. Jumat (23/1/2026). Petugas memasang tanggul untuk mencegah air terus masuk ke badan jalan agar tidak semakin tinggi. "Salah satunya bisa terlihat dari menyalanya indikator whole vehicle fault berwarna merah, yang gambarnya siluet mobil dengan tanda seru," ujar Maulana, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Selain indikator peringatan, kondisi fisik lingkungan juga menjadi faktor penting dalam menilai tingkat risiko. Ketinggian air yang semakin naik dapat berpotensi mengenai komponen vital kendaraan, terutama sistem kelistrikan yang berada di bagian bawah mobil. Head of Marketing MG Motor Indonesia Hary Kurniawan, mengatakan, ada beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai saat mobil listrik berada di genangan air. MG 4 EV Ignite "Pertama, ketinggian air sudah mencapai bagian bawah bodi atau mendekati lantai kabin," kata Hary. "Kedua, muncul peringatan di panel instrumen atau sistem kendaraan terasa tidak normal. Ketiga, kendaraan menjadi kurang responsif atau sistem elektronik tidak bekerja sebagaimana mestinya," ujarnya. Hary menambahkan, genangan air memiliki arus yang deras atau kedalamannya sulit diperkirakan. Sebaiknya, pengendara jangan mengambil risiko berlebih agar tidak terjebak genangan air. "Jika salah satu kondisi tersebut terjadi, pengemudi disarankan tidak melanjutkan perjalanan dan mencari lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko keselamatan dan kerusakan kendaraan," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang