Saat mudik Lebaran dengan mobil pribadi, sebagian keluarga kerap memodifikasi kabin agar terasa lebih lega. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah melipat kursi belakang lalu menaruh kasur atau alas tebal sehingga kabin berubah seperti “kasur raksasa”. Tujuannya biasanya agar anak-anak bisa tidur atau beristirahat lebih nyaman selama perjalanan jauh. Praktik seperti ini sebetulnya sangat berbahaya dan tidak disarankan dari sisi keselamatan berkendara. Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, mengubah kabin mobil menjadi tempat tidur dapat meningkatkan risiko cedera jika terjadi pengereman mendadak atau kecelakaan. Pemudik ubah kabin mobil jadi kasur berjalan. Prilaku ini tidak disarankan kapanpun dilakukan, baik saat mudik ataupun tidak “Itu tidak direkomendasikan dan sangat berbahaya saat kendaraan bergerak lalu tiba-tiba berhenti,” kata Jusri kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. Menurut dia, ketika mobil melakukan pengereman mendadak, benda-benda di dalam kabin yang tidak terikat akan tetap bergerak mengikuti kecepatan kendaraan sebelumnya. "Ketika kendaraan berhenti mendadak, objek-objek yang tidak terikat masih akan bergerak dengan kecepatan semula sebelum perlambatan," kata Jusri. Hal tersebut bisa sangat berbahaya bagi penumpang, terutama anak-anak yang biasanya berada di area kabin belakang tanpa perlindungan sabuk pengaman. Ilustrasi kasur angin digunakan di mobil saat mudik "Bayangkan kalau itu anak bayi atau penumpang yang terkena objek-objek dari besi atau barang lain di dalam mobil. Itu sangat berbahaya, apalagi kalau barangnya bisa terlipat atau berpindah tempat," katanya. Jusri menambahkan, dalam kondisi kecelakaan, benda-benda di dalam mobil dapat terpental ke berbagai arah dan berpotensi melukai penumpang. "Kalau terjadi kecelakaan, benda-benda tersebut bisa terlempar ke mana-mana. Jadi seperti barang yang ditaruh di dalam kaleng lalu dikocok-kocok, seperti kelereng di dalam kaleng," katanya. Ilustrasi kasur angin yang digunakan di mobil Karena itu, ia mengingatkan agar pengemudi tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Penumpang sebaiknya duduk di kursi masing-masing dan menggunakan sabuk pengaman sesuai standar keselamatan. "Karena itu, perilaku seperti ini sama sekali tidak direkomendasikan dalam konteks defensive driving, bahkan tidak boleh dibenarkan,” kata Jusri. Jusri mengatakan, agar perjalanan tetap nyaman, pengemudi dapat mengatur waktu istirahat secara berkala di rest area, sehingga penumpang terutama anak-anak bisa beristirahat dengan aman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang