Menjelang musim mudik Lebaran, banyak keluarga mulai menyiapkan berbagai perlengkapan untuk membuat perjalanan jauh lebih nyaman. Salah satu cara yang kerap dilakukan adalah menaruh kasur angin atau kasur lipat di kursi belakang mobil agar penumpang, terutama anak-anak, bisa beristirahat selama perjalanan. Namun, cara ini ternyata menyimpan risiko keselamatan yang tidak bisa dianggap sepele. Menurut Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC), penggunaan kasur angin di dalam kabin mobil saat kendaraan berjalan justru dapat meningkatkan risiko cedera apabila terjadi kecelakaan. “Penggunaan kasur angin atau kasur lipat di kabin belakang sangat membahayakan. Jika terjadi tabrakan atau mobil terguling, penumpang bisa terlempar ke sana kemari seperti bola pinball dan berpotensi menyebabkan cedera serius bahkan fatal,” kata Marcell kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2026). Marcell menjelaskan, salah satu alasan utama mengapa kasur angin berbahaya adalah karena penumpang tidak menggunakan sabuk pengaman. Padahal, sabuk pengaman dirancang untuk menahan tubuh agar tetap berada di posisi duduk ketika mobil mengalami benturan. Kabin mobil listrik Esemka Bima EV dipamerkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2023). Mobil Esemka Bima EV mulai dipasarkann dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023. Bima EV dipasarkan sebesar Rp 540 juta untuk model penumpang atau minibus. Sedangkan untuk yang Cargo dijual Rp 530 juta. Ketika penumpang berbaring di atas kasur angin, sistem keselamatan di dalam mobil tidak lagi bekerja secara optimal. Dalam kondisi tabrakan, tubuh penumpang bisa terpental ke berbagai arah di dalam kabin karena tidak ada perlindungan dari sabuk pengaman. Selain itu, posisi berbaring juga membuat penumpang lebih rentan mengalami benturan dengan bagian interior mobil, seperti kursi, pintu, atau bahkan penumpang lain. Risiko ini semakin besar jika kendaraan mengalami benturan keras atau sampai terguling. Untuk penumpang anak-anak, Marcell menyarankan agar orang tua menggunakan child car seat yang sesuai dengan usia dan berat badan anak. Perangkat ini dirancang khusus untuk memberikan perlindungan maksimal ketika terjadi kecelakaan. “Kalau membawa anak kecil, yang paling aman adalah menggunakan child car seat. Dengan begitu anak benar-benar terlindungi karena posisinya aman dan terikat dengan sistem keselamatan yang benar,” kata Marcell. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang