Perjalanan mudik Lebaran sering membuat mobil dipakai menempuh perjalanan jauh dalam waktu lama. Jarak tempuh dan durasi yang meningkat dapat menjadi beban kendaraan. Kondisi tersebut kadang memunculkan berbagai masalah teknis, terutama jika kendaraan tidak dipersiapkan dengan baik. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan masalah mobil bisa terjadi selama perjalanan mudik maka dari itu perlu persiapan matang. “Saat perjalanan jarak jauh, mobil akan mengalami kondisi tak biasa, terkait durasi pemakaian dan jarak tempuhnya, bila tak dipersiapkan masalah bisa muncul di tengah perjalanan,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Minggu (8/3/2026). Ilustrasi mesin mobil overheating 1. Mesin Overheat Salah satu masalah paling umum saat mudik adalah mesin mengalami panas berlebih atau overheating. Hal ini umumnya terjadi karena radiator kotor, air radiator kurang, kipas radiator tidak bekerja optimal, atau selang radiator sudah getas. “Perjalanan panjang dengan kondisi macet akan membuat suhu mesin meningkat drastis, tanpa sistem pendingin yang benar-benar prima, mesin bisa overheating,” ucap Imun. 2. Ban Bocor atau Pecah Ban menjadi komponen yang paling rentan saat perjalanan jauh. Ban yang sudah tipis, tekanan angin tidak sesuai, atau menghantam lubang di jalan bisa menyebabkan ban bocor bahkan pecah. “Karena itu kondisi ban, tekanan udara ban, termasuk ban cadangan, sangat penting diperiksa sebelum berangkat, untuk meminimalisasi risiko ketika kena lubang jalan,” ucap Imun. Ban pecah yang dialami warga Inggris Matt Fellows, berujung tilang karena parkir di tempat terlarang di Kota Alfreton, Derbyshire, 23 Januari 2026. 3. Aki Lemah atau Soak Aki yang sudah lemah sering menjadi penyebab mobil sulit dihidupkan ketika berhenti di rest area. Maka dari itu wajib diganti sebelum perjalanan mudik. Perjalanan jauh dengan penggunaan AC, lampu, dan perangkat elektronik dapat membuat aki bekerja lebih berat, terutama jika usianya sudah tua. “Kadang konsumen memilih menunda ganti aki karena dinilai masih bisa digunakan, tapi aki yang sudah tua cenderung memiliki performa tak sekuat kondisi barunya,” ucap Imun. mobil Toyota Fortuner alami rem blong 4. Rem Blong Saat perjalanan jauh, terutama melewati jalur pegunungan atau turunan panjang, rem bisa mengalami panas berlebih sehingga performanya menurun. Kampas rem yang sudah tipis atau kualitas minyak rem yang sudah buruk juga bisa membuat pengereman terasa tidak pakem atau blong. “Ganti minyak rem tiap 40.000 Km atau bila kondisinya sudah keruh, periksa ketebalan kampas rem agar tidak kehabisan di tengah perjalanan, rem adalah komponen vital,” ucap Imun. Ilustrasi AC mobil kurang dingin 5. AC Mobil Tidak Dingin Masalah AC juga cukup sering muncul saat mudik. Kondisi kabin yang terus tertutup, cuaca panas, dan kerja AC tanpa henti bisa membuat sistem pendingin bekerja ekstra. “Jika freon kurang atau kondensor kotor, evaporator kotor, AC bisa terasa tidak dingin saat beban kerjanya meningkat,” ucap Imun. Agar perjalanan mudik lebih aman dan nyaman, pemilik mobil disarankan melakukan servis ringan sebelum berangkat. Pemeriksaan pada mesin, ban, rem, aki, dan sistem pendingin dapat membantu mengurangi risiko gangguan di tengah perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang