Cuci kolong mobil setelah perjalanan jauh merupakan bagian penting dari perawatan kendaraan yang sering diabaikan. Padahal, bagian ini paling rentan terkena kotoran. Selama perjalanan mudik, kolong mobil sering terpapar lumpur, air, pasir, dan kotoran jalan lainnya yang menempel di berbagai komponen. Jika tidak segera dibersihkan, kotoran tersebut dapat menumpuk dan memicu munculnya karat pada rangka serta bagian logam lainnya. Ari Wijaya, pemilik bengkel auto detailing & protection, King Protection Yogyakarta mengatakan bagian kolong mobil penting untuk dibersihkan. “Selama perjalanan jauh biasanya banyak kotoran yang menempel di kolong mobil, dan berpotensi memicu karat jika tidak segera dibersihkan,” ucap Ari kepada KOMPAS.com, Minggu (29/3/2026). Karat yang dibiarkan dapat merusak struktur kendaraan dan menurunkan kekuatan komponen dalam jangka panjang. Kendaraan para pemudik melintasi jalan area persawahan di Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman setelah mengikuti google map menuju GT Purwomartani. Mereka mengikuti google map untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di Jalan Yogya-Solo. Selain itu, lumpur yang mengering dapat mengganggu kinerja komponen kaki-kaki seperti suspensi, bushing, dan per. Kondisi ini bisa membuat kenyamanan berkendara menurun, bahkan menimbulkan bunyi tidak wajar saat mobil berjalan. Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan cuci kolong mobil sangat disarankan setelah dipakai mudik. Kondisi wisata pantai padang H+2 lebaran terlihat sejumlah kendaraan dengan pelat nomor luar sumbar parkir di sepanjang kawasan wisata, Senin (23/3/2026). “Perjalanan jauh, lewat hujan, jalan berlumpur, atau mungkin dipakai berlibur ke pantai, dapat menyisakan kotoran yang bisa memicu korosi,’ ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Minggu (29/3/2026). Membersihkan kolong mobil juga membantu menghilangkan bau tidak sedap yang berasal dari sisa kotoran organik. Kolong yang bersih memudahkan pemilik kendaraan untuk mendeteksi kebocoran oli atau kerusakan komponen lainnya. “Dalam proses pencucian, sebaiknya menggunakan tekanan air yang cukup untuk mengangkat kotoran, tetapi tidak terlalu kuat,” ucap Muchlis. Semprotan air bertekanan tinggi yang berlebihan dapat merusak karet pelindung, seal, atau bagian sensitif lainnya. “Sebaiknya hindari semprotan air langsung ke area soket-soket bawah kendaraan, dan pastikan dikeringkan setelah cuci kolong mobil dengan angin kompresor agar tak memicu karat,” ucap Muchlis. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang