Setelah mobil digunakan untuk perjalanan jauh seperti mudik, tidak sedikit pemilik yang merasa perlu segera membawa kendaraannya ke bengkel. Hal ini wajar, mengingat mobil bekerja lebih keras selama perjalanan, mulai dari mesin, sistem pengereman, hingga kaki-kaki. Namun, apakah mobil perlu langsung diservis setelah digunakan untuk perjalanan jauh? Pakar otomotif Universitas Gadjah Mada (UGM) Jayan Sentanuhady mengatakan, selama belum masuk masa servis, maka tidak perlu. Servis suspensi mobil “Misal masa servis berikutnya 20.000 Km dan sekarang setelah mudik baru 17.000 Km yang tidak perlu diservis,” ucap Jayan kepada Kompas.com, baru-baru ini. Jayan juga menekankan, selama tidak ada masalah atau keluhan pada mobil, maka tidak perlu diservis. Senada, Iwan, pemilik bengkel mobil Iwan Motor mengatakan, servis mobil bisa dilakukan jika ada keluhan setelah dipakai mudik. “Kalau tidak ada keluhan, bisa mengikuti jadwal perawatan saja. Kecuali ada keluhan, sebaiknya segera periksa ke bengkel,” ucap Iwan kepada Kompas.com. Iwan juga menjelaskan, dengan melakukan servis secara rutin, potensi masalah kecil pada mobil bisa terdeteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius. Selain itu, karena mobil memiliki banyak komponen dan sistem yang rumit, dan masing-masing saling berkaitan satu sama lain, sehingga sangat penting dilakukan servis rutin. “Maka mobil butuh perawatan secara rutin supaya terjamin keamanan dan kenyamanannya,” kata Iwan. Jadi, servis mobil setelah perjalanan jauh tidak harus dilakukan secara langsung, selama tidak ada keluhan dan belum memasuki jadwal perawatan. Namun, pemeriksaan rutin tetap penting agar kondisi mobil selalu prima dan terhindar dari potensi kerusakan yang lebih besar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang