Setelah perjalanan mudik yang panjang, kondisi mobil kerap luput dari perhatian. Padahal, ada sejumlah ritual penting yang sebaiknya dilakukan pemilik kendaraan agar performa mobil tetap prima dan aman digunakan kembali untuk aktivitas harian. Salah satu aspek utama yang wajib dicek adalah kondisi pelek dan ban. Sebab ketika mobil digunakan dalam jangka waktu lama dengan kondisi jalan beragam akan memengaruhi keadaannya. Biasanya pelek mengalami peyang atau bengkok usai menghajar lubang dengan keras, saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi. Namun kalau secara fisik pelek tidak terlihat rusak, sebetulnya kerusakan bisa dirasakan saat dibawa berkendara. Ilustrasi servis mobil “Pelek yang bermasalah akan terasa bergetar pada lingkar kemudi saat mobil berjalan,” ujar Stevanus KT, National Sales Manager PT Stamford Tyres Distributor Indonesia, kepada Kompas.com (29/3/2026). Menurutnya getaran pada setir terjadi karena pelek tidak dapat melaju stabil, sehingga putaran roda menjadi tidak seimbang. “Paling terasa getarannya, ada juga mungkin suara derit metal kalau spoke-nya ada yang patah atau retak,” katanya. Selain itu, pelek yang mengalami kerusakan juga dapat diketahui lewat setelan angin pada ban yang gampang berkurang. Meski setelan angin selalu dipantau sesaat sebelum berkendara. Apabila dibiarkan, dapat membuat keausan ban tidak merata. Biasanya sering terjadi hanya permukaan ban bagian dalam saja yang habis, sementara bagian luarnya masih tebal, atau sebaliknya. Selain pengecekan pelek dan ban, penyelarasan roda atau spooring dan balancing juga menjadi langkah krusial setelah mobil diajak menempuh perjalanan jauh. Ilustrasi proses spooring ban mobil. "Penyelarasan roda (spooring) yang tepat, sangat penting untuk memperpanjang umur ban, meningkatkan pengendalian kendaraan, dan memastikan keselamatan dengan mencegah keausan ban yang tidak merata dan menjaga kontak jalan yang optimal," ujar Fisa Rizqiano, Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia, kepada Kompas.com belum lama ini. Dia mengatakan, spooring adalah proses meluruskan kembali sudut geometri empat roda kendaraan dikondisikan seperti setelan awal. Ketika melakukan perjalanan mudik, sangat mungkin mobil menghantam atau masuk lubang yang dapat mengubah geometri roda, sehingga perlu diselaraskan kembali. Ilustrasi balancing roda. "Adapun kondisi roda yang seimbang, dapat mengurangi vibrasi (setir, body kendaraan), meminimalisir keausan tidak rata pada ban, membantu kendaraan berjalan mulus bahkan pada kecepatan tinggi, pengendalian kendaraan yang lebih baik," ucap Fisa. "Meskipun proses balancing tidak sepenuhnya diperlukan saat melakukan spooring, tetapi sangat disarankan untuk mendapatkan kinerja ban dan pengendalian kendaraan yang optimal," katanya. Tak kalah penting, kebersihan interior mobil juga perlu mendapat perhatian, terutama bagian karpet yang mudah kotor setelah digunakan mudik. Debu, pasir, hingga sisa kotoran dari alas kaki penumpang bisa menumpuk dan mengganggu kenyamanan berkendara. ILustrasi mencuci mobil. Pemilik kendaraan sebenarnya bisa membersihkan karpet mobil secara mandiri di rumah, terutama saat layanan cuci mobil belum sepenuhnya beroperasi pasca-Lebaran. Christopher Sebastian, CEO Makko Group membagikan tips untuk pemilik mobil yang ingin membersihkan karpet secara mandiri dengan mudah. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah angkat karpet tambahan dan bersihkan karpet dasar dengan penyedot debu atau vacuum cleaner. Ilustrasi karpet mobil berbahan dasar beludru “Bagian dek mobil dan sela-sela mobil juga harus dibersihkan dengan moncong vacuum yang kecil,” ujar Christopher, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Christopher melanjutkan, pemilik kendaraan harus berhati-hati saat membersihkan karpet dengan bahan beludru. “Harus diperhatikan cara menyikatnya. Lakukan gerakan penyikatan secara searah. Hal tersebut dilakukan agar tidak merusak bahan beludru tersebut,” kata Christopher. Contoh aksesori karpet mobil jenis engraver untuk Innova Zenix Hybrid, bisa mencegah penumpukan debu dan kotoran Sementara untuk karpet tambahan jika dari bahan-bahan pvc coil murni, cukup mudah pembersihannya. Pemilik kendaraan tinggal menepuk-nepuk bagian belakang karpet agar kotoran keluar. “Lalu semprotkan air bertekanan tinggi agar lebih bersih. Langkah terakhir jemur karpet di bawah terik matahari hingga mengering,” ujar dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang