Perawatan mobil setelah perjalanan jauh sangat penting untuk menjaga performa dan mencegah kerusakan. Aktivitas mudik atau perjalanan panjang membuat banyak komponen bekerja lebih keras dari biasanya. Durasi pemakaian yang lebih lama juga berpotensi membuat komponen mobil yang wajib diganti rutin sudah mencapai waktu penggantiannya. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan perawatan mobil setelah dipakai perjalanan jauh adalah mengganti komponen yang sudah mencapai batas kemampuannya. “Seperti oli mesin, busi, filter udara, drive belt, dan komponen fast moving lainnya, perlu diganti secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (27/3/2026). Hal pertama yang perlu diperiksa adalah oli mesin. Oli berfungsi melumasi komponen mesin, sehingga kondisinya harus tetap baik setelah digunakan dalam perjalanan panjang. “Rekomendasi penggantian oli mesin tiap 5.000 kilometer, perjalanan panjang selama mudik mungkin membuat jarak tempuh meningkat signifikan sehingga oli sudah waktunya ganti,” ucap Imun. Ganti oli mesin mobil Jika warna oli sudah hitam pekat atau volumenya berkurang, sebaiknya oli segera diganti. Oli yang sudah menurun kualitasnya bisa mempercepat keausan mesin. Selanjutnya, periksa sistem pendingin seperti radiator dan coolant. Pastikan tidak ada kebocoran dan volume cairan masih dalam batas normal. “Pemakaian berat seperti durasi yang lama, muatan penuh, dan kemacetan akan membuat mesin bekerja lebih berat, sehingga ada potensi suhu mesin naik, sistem pendingin wajib dipastikan masih dalam kondisi prima,” ucap Imun. Cek kondisi ban mobil Sistem pengereman juga wajib dicek. Kampas rem bisa aus lebih cepat setelah perjalanan jauh, terutama jika sering melewati jalan macet atau turunan. Periksa juga kondisi ban, termasuk tekanan angin dan permukaan tapaknya. Ban yang aus atau kurang tekanan dapat membahayakan keselamatan. “Pemeriksaan rem dan roda ini bertujuan agar mobil siap digunakan kembali untuk mobilitas harian, sehingga tak akan membuat susah penggunanya,” ucap Imun. Ilustrasi makan di dalam kabin mobil Membersihkan mobil, baik bagian luar maupun dalam, juga penting. Kotoran yang menempel bisa merusak cat dan membuat kabin tidak nyaman. Filter udara dan filter kabin sering kali kotor setelah perjalanan jauh. Membersihkan atau menggantinya akan membantu menjaga performa mesin dan kualitas udara di dalam mobil. “Kebersihan kabin dapat membuat kualitas udara dan kebersihan komponen AC lebih baik, setelah perjalanan jauh ini sebaiknya diperhatikan agar terhindar dari bau tak sedap,” ucap Imun. Selain itu, periksa bagian kaki-kaki dan suspensi. Jalan rusak selama perjalanan bisa menyebabkan komponen ini mengalami keausan atau kerusakan. “Jika muncul gejala seperti bunyi aneh atau getaran, sebaiknya segera dilakukan pengecekan lebih lanjut. Hal ini untuk mencegah kerusakan yang lebih besar,” ucap Imun. Kesimpulannya, perawatan mobil setelah perjalanan jauh meliputi pengecekan berbagai komponen penting. Dengan perawatan yang tepat, mobil tetap aman, nyaman, dan siap digunakan kembali. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang