Cairan di mobil seperti coolant, air aki, cairan rem, dan sejenisnya, bisa mengalami penurunan kualitas dan volume setelah melakukan perjalanan jarak jauh. Maka dari itu, setelah mobil dipakai liburan konsumen harus memastikan volumenya cukup, menambahnya bila kurang dan menggantinya bila diperlukan. Rofiq Zunarto, pemilik bengkel mobil Kebat Motors Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan cairan di mobil perlu diperiksa dan diganti bila diperlukan. “Periksa semua cairan kendaraan dari kemungkinan menyusut dan penurunan kualitas, seperti coolant, minyak rem, air aki dan lainnya, pemakaian ekstra selama liburan mungkin saja membuat kuantitas dan kualitasnya menurun sebelum waktunya,” ucap Rofiq kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Pemeriksaan cairan di mobil bisa dilakukan lebih dini dari jadwal yang dianjurkan setelah mobil dipakai secara ekstra seperti liburan. Misal coolant, karena pemakaian ekstra untuk muatan penuh, kecepatan tinggi dan durasi lebih lama, akan membuat mesin lebih panas. Cairan pendingin mesin pasti bekerja lebih berat sehingga kualitasnya menurun. Ilustrasi cek coolant radiator. “Ganti coolant bila warnanya sudah pudar, keruh dan ada kotoran, tambah bila volumenya kurang dan periksa dari kebocoran, dengan demikian mesin akan lebih aman terhindar dari overheating,” ucap Rofiq. Kualitas minyak rem bisa menurun karena pemakaian, terlebih lagi di musim hujan udara di sekitar pasti menjadi lebih lembab. Sementara minyak rem bersifat higroskopis, sehingga bisa menyerap uap air lebih banyak. “Semakin banyak kandungan air pada minyak rem, maka kualitasnya sudah makin buruk, ganti demi menjaga performa sistem rem,” ucap Rofiq. Ilustrasi aki mobil. Sementara air aki, khususnya aki basah, wajib diperiksa levelnya setelah mobil dipakai liburan. Pasalnya, selama mobil digunakan, proses pengisian dan pelepasan daya listrik terus terjadi. Hal itu membuat proses reaksi kimia di dalam aki terus terjadi, dampaknya panas dan penguapan. Sehingga, volume air aki bisa berkurang dan wajib ditambah agar aki tetap awet. “Bila air aki kurang, maka resikonya aki menjadi cepat rusak, terjadi korosi yang membuat kemampuan aki menyimpan daya listrik berkurang, bisa jadi cepat tekor dan tak kuat starter,” ucap Rofiq. Konsumen perlu menambahkan air aki dengan air demineral atau air murni ke masing-masing lubang sel aki, sampai batas maksimal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang