Servatius Kristiandi termasuk pengguna yang cukup aktif memanfaatkan mobil untuk berbagai kebutuhan harian. Pria yang memiliki hobi di bidang otomotif ini memilih mobil listrik Jaecoo J5 sebagai kendaraan andalannya sejak pertama kali diluncurkan. "Saya SPK akhir tahun lalu. Jadi mungkin sampai saat ini saya sudah pakai empat bulan lebih ya," kata Andi, sapaan akrabnya, kepada Kompas.com, belum lama ini. Menariknya, meski usia pemakaian masih tergolong singkat, mobil tersebut kini telah menempuh jarak sekitar 11.000 kilometer. Andi berujar boleh jadi mobilnya ialah salah satu J5 dengan jarak tempuh tertinggi saat ini. Jaecoo J5 pemakaian 11.000 Km Hal itu tak lepas dari pola penggunaan yang cukup intens. Ia tidak hanya mengandalkan mobil ini untuk aktivitas dalam kota, tetapi juga kerap membawanya bepergian ke luar kota, seperti ke Bogor, Jawa Barat. "Karena saya memang pakai buat harian dan sehari itu jarak tempuhnya panjang," ujar Andi. Ia menjelaskan, rute yang dilalui cukup beragam, mulai dari lalu lintas padat perkotaan hingga perjalanan jarak menengah. Dari sisi pengalaman berkendara, Andi menilai mobil ini memberikan kesan positif. Menurut dia, performa dan kenyamanan yang ditawarkan masih sesuai dengan ekspektasi di kelasnya. "Kalau plusnya ini seleranya yaitu desainnya. Agak mengotak seperti itu. Saya suka. Tapi itu balik ke selera dibanding mobil EV lain, apalagi di kelasnya," kata Andi. Jaecoo J5 pemakaian 11.000 Km "Performanya juga lumayan, termasuk kencang," lanjutnya. Secara spesifikasi, J5 EV dibekali motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 207 PS atau setara 204 Tk dan torsi 288 Nm. Angka tersebut cukup untuk memberikan akselerasi yang responsif dalam penggunaan harian. Selain itu, mobil ini juga dilengkapi sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2+ dengan total 17 fitur keselamatan aktif. Namun, menurut Andi, di balik kelengkapannya, masih ada kekurangan pada akurasi fitur yang terkadang terasa kurang presisi terutama di sistem pengereman darurat otomatis yang agresif. Meski demikian, kekurangan tersebut masih dianggap wajar dan tidak mengganggu penggunaan sehari-hari secara signifikan. Jaecoo J5 EV "Maksud saya dengan harga mobilnya sudah dapat banyak fitur. Saya enggak bisa protes juga," ujarnya. Saat pertama kali meluncur, Jaecoo J5 dibanderol Rp 249,9 juta untuk varian Standard dan Rp 299,9 juta untuk varian Premium. Sebagai pembanding, BYD Atto 1 yang dikenal sebagai mobil listrik terjangkau ditawarkan di kisaran Rp 195 juta hingga Rp 235 jutaan. Namun, hadir dengan dimensi lebih kecil serta spesifikasi yang lebih sederhana. Untuk urusan biaya perawatan, Andi mengaku belum mengeluarkan banyak biaya karena mobilnya masih mendapatkan layanan servis gratis dari pabrikan. "Mobil ini layak dibeli dengan nilai yang sepadan (value for money). Adapun kekurangannya, menurut saya, masih dalam batas toleransi," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang