Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mulai menjadi tantangan bagi industri otomotif nasional, termasuk merek kendaraan asal China yang masih mengandalkan impor unit maupun komponen. Berdasarkan data pasar spot pada Jumat (22/5/2026), nilai tukar rupiah kembali tertekan dan ditutup melemah 50 poin atau 0,28 persen ke level Rp 17.717 per dollar AS. Meski kondisi kurs sedang tidak stabil, Jaecoo memastikan belum melakukan penyesuaian harga mobil di Indonesia, termasuk untuk model andalannya, Jaecoo J5 EV. Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma mengatakan, fluktuasi mata uang memang menjadi tantangan yang sedang dihadapi banyak pelaku industri otomotif. “Menurut saya semua orang sedang menghadapi masalah besar terkait mata uang. Tapi maksud saya, kami adalah merek yang sangat bertanggung jawab, baik dari Jaecoo maupun dari Chery Indonesia,” ujar Jim Ma di Jakarta Utara, Minggu (24/5/2026). Menurut dia, meski nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih bergerak fluktuatif, Jaecoo tetap berusaha menjaga harga produknya agar tetap kompetitif bagi konsumen Indonesia. Jaecoo J5 EV “Jadi, meskipun nilai tukar mata uang sangat tidak menentu sejauh ini, kami akan memberikan harga yang tepat kepada pelanggan kami agar mereka tetap bisa memilih Jaecoo J5,” kata Jim Ma. Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini Jaecoo belum melakukan revisi harga meski tekanan kurs terus berlangsung. “Jika Anda melihat, ada penyesuaian perbedaan mata uang apa pun, tapi Anda bisa lihat sekarang bahwa kami sebenarnya belum melakukan penyesuaian apa pun sejauh ini,” ujarnya. Sebagai informasi, saat ini Jaecoo menawarkan beberapa model elektrifikasi di Indonesia seperti Jaecoo J5 EV, Jaecoo J7 SHS-P, hingga Jaecoo J8 SHS-P ARDIS. Jaecoo J5 dibanderol mulai Rp 309 juta, sementara Jaecoo J7 dipasarkan mulai sekitar Rp 499 juta. Adapun Jaecoo J8 berada di kisaran Rp 719 juta untuk varian tertinggi. Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi membuat sejumlah merek otomotif mulai memberi sinyal kemungkinan penyesuaian harga kendaraan, terutama untuk model yang masih diimpor secara utuh atau Completely Built Up (CBU). Namun untuk saat ini, Jaecoo memilih tetap mempertahankan harga jual agar daya beli konsumen tidak terganggu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang