Persaingan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia semakin ramai. Setelah sebelumnya diisi sejumlah pemain dari China, kini Jetour ikut memperkuat segmen tersebut lewat T2 i-DM. Jetour T2 i-DM resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 688 juta on the road (OTR) Jakarta. SUV ini mengusung karakter adventure dengan desain kotak yang menjadi identitas T2. Sementara itu, ada Jaecoo J7 SHS yang lebih dulu hadir di pasar Indonesia. SUV PHEV ini menawarkan pendekatan berbeda dengan mengedepankan desain elegan, kenyamanan, serta teknologi elektrifikasi.Keduanya sama-sama mengandalkan mesin bensin 1.5 liter turbo yang dikombinasikan dengan motor listrik. Kedua SUV PHEV tersebut hadir juga pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Lantas, apa saja perbedaan Jetour T2 i-DM dan Jaecoo J7 SHS? Jetour T2 i-DM Eksterior Secara tampilan, Jetour T2 i-DM dan Jaecoo J7 SHS memiliki karakter yang cukup berbeda.Jetour T2 i-DM tampil dengan desain boxy yang menguatkan kesan SUV petualang. Bagian depan dibuat tegas dengan lampu utama LED, sementara bodinya memiliki garis-garis yang relatif kaku. Karakter tersebut semakin diperkuat dengan perlengkapan pendukung aktivitas luar ruang. T2 i-DM memiliki roof rack dengan kemampuan menahan beban statis hingga 300 kilogram dan kompartemen roda cadangan di bagian belakang. Jaecoo J7 SHS justru mengusung tampilan yang lebih modern dan elegan. Desain depannya terlihat lebih minimalis dengan lampu LED yang dibuat tipis, sedangkan bagian belakang menggunakan lampu yang menyambung. Dengan demikian, T2 i-DM lebih menonjolkan karakter rugged dan adventure, sedangkan J7 SHS cenderung mengarah ke SUV keluarga dengan sentuhan premium. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Interior dan fitur unggulan Masuk ke kabin, keduanya sama-sama menawarkan berbagai fitur modern. Jetour T2 i-DM dibekali panel instrumen digital 10,25 inci dan head unit berukuran 15,6 inci yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 8155. Sistem hiburannya juga didukung 12 speaker Sony. SUV ini juga memiliki fitur Vehicle to Load (V2L) dengan daya hingga 3,3 kW. Fitur tersebut memungkinkan baterai mobil digunakan sebagai sumber listrik untuk perangkat elektronik, sehingga cukup relevan bagi pengguna yang gemar melakukan aktivitas luar ruang. Sementara itu, Jaecoo J7 SHS menawarkan nuansa kabin yang lebih premium. Mobil ini dibekali layar sentuh berukuran besar, panel instrumen digital, panoramic sunroof, wireless charging, jok dengan fungsi pemanas dan ventilasi, serta sistem audio Sony. Jetour T2 i-DM J7 SHS juga menawarkan head-up display (HUD) dan sejumlah fitur bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance System (ADAS). Dari sisi keselamatan, T2 i-DM memiliki 15 fitur ADAS Level 2 dan enam airbag. Sistem ADAS tersebut memanfaatkan radar Bosch generasi kelima serta kamera Bosch generasi ketiga. Jaecoo J7 SHS juga menawarkan paket ADAS yang cukup lengkap, termasuk adaptive cruise control, lane departure warning, blind spot monitoring, dan autonomous emergency braking. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Performa mesin Jetour T2 i-DM menggunakan sistem Intelligent Dual Mode (i-DM) yang menggabungkan mesin bensin 1.5 TGDI ACTECO turbo dengan dua motor listrik. Sistem tersebut dipadukan dengan transmisi 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission (3DHT). Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga maksimum 224 PS dan torsi puncak 390 Nm. Karakter sistem i-DM juga disesuaikan dengan kondisi berkendara. Ketika membutuhkan tenaga besar, mesin dan motor listrik dapat bekerja bersama. Sementara pada kondisi tertentu, sistem lebih banyak mengandalkan tenaga listrik untuk meningkatkan efisiensi. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Jaecoo J7 SHS menggunakan mesin 1.5 TGDI generasi kelima yang dikombinasikan dengan sistem Super Hybrid System (SHS). Mesin tersebut memiliki efisiensi termal hingga 44,5 persen. J7 SHS menggunakan baterai 18,3 kWh dan sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Jaecoo mengklaim kombinasi sistem tersebut mampu menghasilkan tenaga dan torsi gabungan yang besar, dengan sejumlah sumber spesifikasi Indonesia mencantumkan output hingga 301 hp dan 525 Nm. Dengan demikian, dari angka performa, J7 SHS memiliki keunggulan tenaga dan torsi. Namun, T2 i-DM menawarkan konfigurasi dua motor listrik dan transmisi 3DHT yang lebih kompleks. Jetour T2 i-DM Jarak tempuh mode EV Bagian ini menjadi salah satu pembeda penting antara keduanya. Jetour T2 i-DM dibekali baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh. Baterai tersebut dipasangkan dengan tangki bahan bakar berkapasitas 70 liter. Jetour mengklaim T2 i-DM mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer dengan kondisi baterai dan bahan bakar penuh. Untuk pengisian cepat, baterainya dapat diisi dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 27 menit menggunakan konektor CCS2. Namun, untuk jarak tempuh dalam mode listrik murni, J7 SHS memiliki angka klaim yang lebih jelas. Baterai 18,3 kWh memungkinkan mobil melaju hingga sekitar 100 kilometer menggunakan tenaga listrik saja, tergantung metode pengujian yang digunakan. Jaecoo juga mengklaim jarak tempuh total J7 SHS dapat mencapai sekitar 1.300 kilometer dengan kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin. Artinya, kedua mobil sama-sama menawarkan kemampuan berkendara listrik untuk kebutuhan harian sekaligus fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh. Harga Perbedaan harga menjadi salah satu faktor yang cukup menarik. Jetour T2 i-DM dipasarkan dengan harga Rp 688 juta OTR Jakarta. Harga tersebut menempatkannya di atas J7 SHS, tetapi T2 i-DM membawa karakter dan perlengkapan yang lebih diarahkan untuk aktivitas petualangan. Sementara itu, Jaecoo J7 SHS saat ini dipasarkan mulai Rp 509,9 juta OTR Jakarta. Jaecoo juga menyediakan J7 SHS AWD dengan harga sekitar Rp 559,9 juta. Dengan selisih harga sekitar Rp 178 juta antara T2 i-DM dan J7 SHS, konsumen mendapatkan dua pendekatan yang berbeda. Jetour T2 i-DM lebih cocok bagi konsumen yang mencari SUV PHEV dengan desain tangguh, karakter adventure, kemampuan pendukung aktivitas luar ruang, serta struktur bodi yang diperkuat. Sementara Jaecoo J7 SHS lebih menarik bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan, fitur premium, efisiensi, dan harga yang lebih terjangkau. Pada akhirnya, keduanya memang sama-sama SUV PHEV, tetapi menawarkan karakter yang berbeda. T2 i-DM mengedepankan sisi petualangan, sedangkan J7 SHS lebih menonjolkan perpaduan antara elektrifikasi, kenyamanan, dan kemewahan.