Kehadiran Jetour T2 i-DM di GIIAS 2026 membuat persaingan SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia semakin menarik. Salah satu model yang paling dekat sebagai kompetitor adalah Chery Tiggo 9 CSH. Kedua model sama-sama menawarkan teknologi PHEV yang memungkinkan kendaraan melaju menggunakan tenaga listrik murni maupun kombinasi mesin bensin dan motor listrik. Namun, ada sejumlah perbedaan yang cukup mencolok, terutama dari kapasitas baterai, jarak tempuh, hingga harga. Performa Mesin Meski sama-sama mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV), Jetour T2 i-DM dan Chery Tiggo 9 CSH memiliki pendekatan yang berbeda dalam hal performa. JETOUR T2 i-DM mejeng di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang digelar di ICE BSD Tangerang, mulai Kamis (30/7/2026) hingga Minggu (9/8/2026). Jetour T2 i-DM mengandalkan mesin bensin 1.500 cc turbo yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi keduanya menghasilkan tenaga gabungan 280 kW atau sekitar 375 dk dengan torsi puncak 610 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi hybrid khusus (DHT) yang dirancang untuk menjaga efisiensi sekaligus memberikan akselerasi responsif. Sementara itu, Chery Tiggo 9 CSH dibekali mesin ACTECO 1.500 cc turbo yang dipadukan dengan tiga motor listrik pada varian AWD. Sistem Chery Super Hybrid (CSH) menghasilkan tenaga gabungan sekitar 455 kW atau setara 610 dk, dengan torsi maksimum mencapai 920 Nm. Berdasarkan spesifikasi di atas, Chery Tiggo 9 CSH menawarkan performa yang lebih tinggi, baik dari sisi tenaga maupun torsi. Namun, Jetour T2 i-DM tetap menawarkan output yang kompetitif untuk penggunaan harian, sekaligus mengedepankan efisiensi bahan bakar dan kemampuan jelajah jarak jauh. Chery Tiggo 9 CSH Dimensi: Karakter Berbeda Jetour T2 i-DM dan Chery Tiggo 9 CSH mengusung dimensi yang berbeda karena menyasar karakter konsumen yang tidak sama. Jetour lebih mengedepankan tampilan SUV bergaya petualang, sedangkan Tiggo 9 CSH mengusung proporsi SUV keluarga premium. Secara ukuran, Jetour T2 i-DM memiliki panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.875 mm, dan jarak sumbu roda 2.800 mm. Bodinya memang sedikit lebih pendek, tetapi lebih lebar dan lebih tinggi dibanding rivalnya. Sementara itu, Chery Tiggo 9 CSH mempunyai panjang 4.810 mm, lebar 1.925 mm, tinggi 1.741 mm, dengan wheelbase 2.820 mm. Dimensi tersebut membuat Tiggo 9 CSH menawarkan proporsi yang lebih memanjang, sementara jarak sumbu rodanya juga lebih panjang 20 mm yang berpotensi memberikan ruang kabin, terutama baris kedua dan ketiga, lebih lega. Jetour T2 i-DM Baterai dan Jarak Tempuh Jetour T2 i-DM dibekali baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26,7 kWh. Dengan baterai tersebut, SUV bergaya boxy ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 160 km dalam mode listrik murni (CLTC). Jika dikombinasikan dengan mesin bensin dan tangki bahan bakar penuh, maka jarak tempuh totalnya diklaim bisa melampaui 1.000 km. Sementara itu, Chery Tiggo 9 CSH mengusung baterai yang lebih besar, yakni 34,46 kWh. Berkat kapasitas tersebut, SUV tujuh penumpang ini mampu menempuh jarak lebih dari 180 km dalam mode EV, sedangkan jarak tempuh gabungannya diklaim mencapai 1.400 km lebih. Dari sisi spesifikasi, Tiggo 9 CSH menawarkan kapasitas baterai yang lebih besar serta kemampuan melaju lebih jauh dalam mode listrik dibandingkan Jetour T2 i-DM. Chery Tiggo 9 CSH AWD Harga Perbedaan lain terlihat dari sisi harga. Jetour T2 i-DM diperkenalkan di GIIAS 2026 dengan banderol Rp 688 juta (OTR Jakarta). Sebagai pembanding, Chery Tiggo 9 CSH AWD dipasarkan dengan harga Rp 739,9 juta (OTR Jakarta). Dengan demikian, Jetour T2 i-DM memiliki selisih harga sekitar Rp 51,9 juta lebih murah dibanding rivalnya tersebut. Komparasi Jetour t2 i-DM vs Chery Tiggo 9 CSH Kesimpulan Secara keseluruhan, Jetour T2 i-DM dan Chery Tiggo 9 CSH menawarkan pendekatan yang berbeda meski sama-sama berada di segmen SUV PHEV premium. Jetour T2 i-DM mengandalkan harga yang lebih kompetitif, dimensi yang lebih lebar dan tinggi, serta desain bergaya SUV petualang. Sebaliknya, Chery Tiggo 9 CSH unggul dari sisi kapasitas baterai, jarak tempuh listrik maupun gabungan, serta wheelbase yang lebih panjang sehingga berpotensi memberikan kenyamanan kabin lebih baik. Pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan konsumen. Bagi yang mengutamakan efisiensi dan kemampuan berkendara dengan mode listrik lebih jauh, Tiggo 9 CSH menjadi pilihan menarik. Namun, bagi konsumen yang menginginkan SUV PHEV berkarakter tangguh dengan harga lebih terjangkau, Jetour T2 i-DM layak dipertimbangkan. Bagi yang ingin melihat langsung kedua SUV PHEV tersebut untuk membandingkannya, bisa langsung ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD. Pameran masih akan berlangsung hingga Minggu, 9 Agustus 2026.