PT Jetour Sales Indonesia memastikan ketersediaan suku cadang bagi konsumennya tetap terjaga seiring dengan ekspansi jaringan diler di Tanah Air. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan kantor pusat di China, penyediaan gudang suku cadang, hingga sistem pemantauan stok di tingkat diler. Aftersales Deputy Director PT Jetour Sales Indonesia Wildan Suyuthi mengatakan, seluruh pasokan suku cadang berasal dari kantor pusat. Karena itu, komunikasi dengan prinsipal terus dilakukan agar kebutuhan pasar Indonesia dapat terpenuhi. Menurut Wildan, Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi Jetour sehingga penyediaan komponen mendapat perhatian khusus dari perusahaan induk. "Kita komunikasi dengan headquarter karena mereka produksi sparepart di sana. Untuk penyediaan sparepart, headquarter memberi jaminan bahwa Indonesia market penting, jadi jangan khawatir dengan ketersediaan sparepart," kata Widan, kepada wartawan, saat ditemui di Gaikindo Indonesia Internationa Auto Show (GIIAS) 2026, di ICE BSD, belum lama ini. Jetour T2 i-DM Gudang di Cikarang Sebagai bagian dari penguatan layanan purnajual, Jetour juga telah memiliki gudang suku cadang yang berlokasi di Cikarang. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat distribusi untuk memenuhi kebutuhan jaringan dealer di berbagai wilayah Indonesia. Wildan menjelaskan, gudang tersebut memiliki luas lebih dari 2.000 meter persegi dengan puluhan ribu komponen yang siap didistribusikan. "Kami punya gudang di Cikarang sebagai central hub dengan luasan lebih dari 2.000 meter persegi. Sampai Juli kemarin sekitar 31.000 pieces sparepart kami sediakan untuk memenuhi kebutuhan," ujar Wildan. Diler Wajib Punya Stok Sementara itu, Sales Director PT Jetour Sales Indonesia Michael Budihardja, mengatakan, perusahaan juga menerapkan sistem pengawasan persediaan suku cadang di seluruh jaringan diler. Setiap diler diwajibkan memiliki stok awal agar kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi tanpa harus menunggu pengiriman dari gudang pusat. Jetour T2 i-DM Selain itu, Jetour membedakan penyediaan komponen berdasarkan kategori fast moving dan slow moving. Sistem tersebut dilengkapi peringatan otomatis ketika stok mulai menipis sehingga diler dapat segera melakukan penambahan persediaan. "Kami juga mewajibkan diler punya initial stok supaya tidak kosong. Kami memonitor sistem, kalau stok diler menipis kita langsung komunikasi untuk tambah inventory. Stok kami bagi berdasarkan fast moving dan slow moving untuk memastikan ketersediaan," ujar Michael. Jetour T2 i-DM "Di sistem sudah ada warning ketika stok mulai menipis, sehingga diler bisa segera menambah inventory. Untuk fast moving jumlahnya lebih banyak, sedangkan yang slow moving minimal tersedia satu unit di diler," kata Michael. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Jetour memperkuat layanan purnajual di Indonesia, seiring dengan rencana perusahaan memperluas jaringan diler hingga puluhan titik dalam beberapa tahun ke depan. Dengan dukungan gudang pusat dan sistem pemantauan stok secara real time, perusahaan berharap kebutuhan suku cadang konsumen dapat dipenuhi lebih cepat dan merata di seluruh jaringan.