PT Jetour Sales Indonesia menghadirkan dua sport utility vehicle (SUV) plug-in hybrid (PHEV) di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, yakni T1 i-DM dan T2 i-DM. Meski sama-sama mengusung teknologi hybrid terbaru Jetour, keduanya memiliki karakter yang berbeda sesuai kebutuhan penggunanya. Product Senior Manager PT Jetour Sales Indonesia Irwan Nugraha Kurnia mengatakan, T2 i-DM dirancang untuk konsumen yang gemar berpetualang dan membutuhkan performa lebih tinggi di berbagai kondisi jalan. Sementara itu, T1 i-DM lebih mengutamakan kenyamanan berkendara harian tanpa meninggalkan kemampuan melintasi medan ringan.Karakter Berbeda Sesuai Kebutuhan "T2 ini lebih pada adventure dan terrain explorer. Jadi, untuk T2 ini lebih pada jalan jauh, road trip, lalu juga off road, yang mengutamakan performa, adventure, dan juga teknologi," ujar Irwan, kepada wartawan, saat ditemui di GIIAS 2026, di ICE BSD, belum lama ini. Impresi awal Jetour T1 i-DM "Sementara untuk T1, lebih kepada modern off road professional. Namun, tetap nyaman, comuting, dan juga modern," kata Irwan. Menurut Irwan, kedua model tersebut tetap menawarkan performa tinggi sekaligus efisiensi bahan bakar yang menjadi salah satu keunggulan sistem plug-in hybrid Jetour. "Jika dibagi berdasarkan kebutuhan, T2 i-DM karakteristiknya lebih bertenaga, lebih responsif. Sementara T1 i-DM, lebih halus dan lebih praktis," ujar Irwan. Jetour T2 i-DM Perbedaan Ada di Sistem Penggerak Irwan menjelaskan, perbedaan paling mendasar antara kedua model tersebut terletak pada konfigurasi motor listrik dan transmisinya. T1 i-DM menggunakan satu motor listrik (single motor) yang dipadukan dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) satu percepatan. Sebaliknya, T2 i-DM mengandalkan dua motor listrik (dual motor) dengan transmisi DHT tiga percepatan. Impresi awal Jetour T1 i-DM "Tentunya ini berefek ke performanya menjadi lebih baik, seperti top speed dan EV speed range-nya. Namun, keduanya tetap lebih jauh bertenaga dibandingkan mobil bensin di kelasnya," kata Irwan. Perbedaan konfigurasi tersebut membuat karakter berkendara kedua mobil juga berbeda. T2 i-DM menawarkan akselerasi yang lebih responsif serta performa lebih optimal saat melaju di kecepatan tinggi, sedangkan T1 i-DM lebih mengedepankan kehalusan dan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari. Impresi awal Jetour T1 i-DM Mode EV Punya Karakter Berbeda Kedua model sama-sama dibekali baterai berkapasitas 18,4 kWh. Namun, jarak tempuh dalam mode listrik murni sedikit berbeda. Pada T2 i-DM, baterai tersebut mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 90 kilometer. Sementara T1 i-DM dapat melaju hingga 100 kilometer dalam mode EV. Irwan mengatakan, karakter kerja motor listrik pada kedua model juga tidak sama. Impresi awal Jetour T1 i-DM "Pada T1 i-DM dengan single motor, motor listriknya akan bekerja pada kecepatan rendah. Jadi, mode EV hanya akan aktif ketika mobil melaju di kecepatan rendah hingga menengah," kata Irwan. "Untuk yang dual motor (T2 i-DM), mode EV lebih responsif. Ini biasanya terjadi jika dalam kondisi kecepata yang lebih tinggi. Ketika di jalan tol, akselerasinya lebih cepat, top speed dengan mode EV bisa sampai 120 km/jam," ujarnya. Selama GIIAS 2026, Jetour memasarkan T1 i-DM dengan harga Rp 538 juta (OTR Jakarta), sedangkan T2 i-DM dibanderol Rp 688 juta (OTR Jakarta). Kedua model tersebut juga ditawarkan dengan berbagai program penjualan menarik selama pameran berlangsung.