PT Jetour Sales Indonesia menegaskan strategi bisnisnya di pasar otomotif nasional dengan tetap berfokus pada segmen sport utility vehicle (SUV). Seluruh model yang dipasarkan mengusung karakter petualangan atau adventure, sesuai dengan target konsumen yang ingin menjelajah lebih jauh. Direktur Pemasaran PT Jetour Sales Indonesia Moch Ranggy Radiansyah mengatakan, perusahaan sejak awal membangun identitas merek dengan menghadirkan SUV yang memiliki karakter khas. "Kita sudah menunjukkan empat model di Indonesia, ada XC40+, Family Adventure, 7-seater SUV, dan kedua kita juga sudah launching Dashing, lebih ke urban SUV untuk keluarga juga," ujar Ranggy, kepada wartawan, saat ditemui di booth Jetour, Rabu (29/7/2026). Jetour T2 i-DM Menurut dia, strategi tersebut terus diperkuat dengan menghadirkan model-model baru yang tetap mempertahankan DNA petualangan, baik bermesin konvensional maupun teknologi elektrifikasi. "Bulan lalu, kita launching T1, ICE dan i-DM. Sebelumnya, kita juga launching T2, yang versi ICE. Jadi, dari semua line up kita, kita fokus di SUV dengan karakter yang sangat khas dan ikonik," kata Ranggy. Respons Positif untuk Varian PHEV Ranggy menjelaskan, kehadiran Jetour T2 i-DM merupakan jawaban atas kebutuhan pasar yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan, khususnya SUV dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). "Secara strategi, kita juga launching teknologi i-DM karena kebutuhannya kita lihat di Indonesia, orang-orang mulai ke arah elektrifikasi," ujar Ranggy. "Mereka minat elektrifikasi, tapi juga masih ada kekhawatiran tentang sumber pengisian daya di beberapa daerah, mungkin infrastrukturnya belum rata. Jadi, kita hadir dengan PHEV supaya menjawab kebutuhan konsumen," kata Ranggy. Jetour T2 i-DM Menurut dia, minat konsumen terhadap varian hybrid terus meningkat, sehingga Jetour melengkapi jajaran produknya dengan opsi i-DM. T2 akhirnya keluar versi i-DM juga sebagai respons dari permintaan konsumen yang lebih banyak memilih SUV hybrid dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicles (PHEV). Jetour T2 i-DM Sementara itu, respons pasar terhadap Jetour T1 juga dinilai cukup menggembirakan. Belum lama diluncurkan, model tersebut telah mengumpulkan ratusan pemesanan, dengan mayoritas berasal dari varian PHEV. "T1 kita luncurkan bulan lalu, minggu lalu kita umumkan sudah tercapai kurang lebih 800 pemesanan. Kontribusinya sekitar 60 persen dari i-DM untuk T1," ujarnya. Capaian tersebut menunjukkan teknologi hybrid plug-in semakin diminati konsumen Indonesia, sekaligus memperkuat strategi Jetour yang mengombinasikan karakter SUV petualang dengan tren elektrifikasi.