Jetour T2 i-DM menawarkan performa bertenaga dan efisiensi bahan bakar (BBM) untuk penggunaan harian. SUV berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini mengandalkan kombinasi mesin konvensional dan motor listrik untuk menghasilkan tenaga sekaligus menjaga konsumsi BBM. Selain mengusung desain SUV bergaya tangguh, Jetour T2 i-DM juga dibekali teknologi elektrifikasi yang memungkinkan kendaraan melaju menggunakan tenaga listrik maupun mesin bensin, sesuai kondisi berkendara. Jika melihat spesifikasinya di atas kertas, Jetour T2 i-DM dibekali mesin 1.500 cc turbo. Mesin tersebut dikawinkan dengan sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) dengan tiga percepatan. Untuk bagian elektrifikasinya, SUV PHEV ini juga dibekali dual electric motor. Baterainya berkapasitas 18,4 kWh, yang menawarkan jarak tempuh hingga 90 km dalam kondisi baterai penuh. Test drive Jetour T2 i-DM Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 136 tk dan torsi mencapai 220 Nm. Sementara itu, total tenaga gabungan mencapai 220 tk, sedangkan torsinya tembus 390 Nm. Transisi Mesin dan Motor Listrik Terasa Halus Selama pengujian, salah satu hal yang terasa dari Jetour T2 i-DM adalah transisi antara mesin konvensional dan motor listrik yang berlangsung cukup halus. Deru suara mesinnya juga cenderung senyap, sehingga memberikan kenyamanan saat digunakan untuk berkendara sehari-hari. Jetour T2 i-DM juga menawarkan sistem parallel hybrid, di mana mesin konvensional dan motor listrik dapat bekerja berdampingan. Kombinasi tersebut membuat respons tenaga, terutama pada putaran bawah, terasa lebih bertenaga. Karakter tersebut cukup membantu ketika kendaraan membutuhkan akselerasi, seperti saat menyalip kendaraan lain atau memasuki jalan tol. Tenaga dari motor listrik dapat memberikan dorongan tambahan, sementara mesin bensin turut mendukung kebutuhan tenaga kendaraan. Test drive Jetour T2 i-DM Terdapat beberapa mode berkendara pada Jetour T2 i-DM, yakni Eco, Normal, dan Sport. Masing-masing mode menawarkan karakter respons kendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi. Akselerasi 0-100 km/jam Tembus 8,5 detik Untuk menguji kemampuan akselerasinya, saya menggunakan perangkat Racelogic. Pengujian dilakukan dengan mencoba dua mode berkendara, yakni Normal dan Sport, untuk mengetahui perbedaan performa yang dihasilkan. Pada mode berkendara Normal, akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam waktu 8,7 detik. Sementara itu, pada mode berkendara Sport, waktu yang dibutuhkan lebih singkat, yakni 8,5 detik. Test drive Jetour T2 i-DM Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa mode Sport memberikan respons akselerasi yang sedikit lebih cepat dibandingkan mode Normal. Meski demikian, karakter performa Jetour T2 i-DM tidak hanya terasa ketika melakukan akselerasi dari posisi diam. Dukungan motor listrik juga membuat respons tenaga terasa lebih spontan ketika pengemudi membutuhkan dorongan tambahan saat berkendara. Konsumsi BBM Mencapai 22 km/liter Selain menguji performa, pengujian juga dilakukan untuk mengetahui efisiensi BBM Jetour T2 i-DM dalam penggunaan harian. Test drive Jetour T2 i-DM Pengujian konsumsi BBM dilakukan di lalu lintas perkotaan dengan kondisi yang dinamis. Rute yang dilalui merupakan kombinasi antara jalan raya dan jalan tol dalam kota, dengan kecepatan yang disesuaikan dengan aturan lalu lintas yang berlaku. Bahan bakar yang digunakan memiliki nilai oktan RON 92. Sementara itu, mode berkendara yang dipilih adalah Eco dengan sistem HEV diaktifkan, sehingga kendaraan dapat mengatur penggunaan mesin bensin dan motor listrik sesuai kebutuhan. Berdasarkan informasi pada layar multi information display (MID), konsumsi BBM selama 50 km terakhir tercatat mencapai 22 km/liter. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Jetour T2 i-DM mampu menawarkan efisiensi bahan bakar yang cukup baik dalam kondisi pengujian tersebut, terutama dengan dukungan sistem elektrifikasi yang dimilikinya. Namun, perlu diingat bahwa hasil konsumsi BBM setiap pengemudi bisa berbeda. Ada banyak faktor yang memengaruhi efisiensi kendaraan, mulai dari tekanan ban, gaya berkendara, kondisi lalu lintas, penggunaan pendingin udara, hingga jenis bahan bakar yang digunakan. Dengan kombinasi performa dan efisiensi tersebut, Jetour T2 i-DM menawarkan karakter yang dapat menunjang kebutuhan berkendara harian. Hasil pengujian akselerasi dan konsumsi BBM juga memperlihatkan bagaimana teknologi PHEV dapat menggabungkan tenaga mesin konvensional dan motor listrik dalam satu kendaraan.