Mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) umumnya menawarkan keunggulan berupa kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik murni. Namun, pada Jetour T1 i-DM dan T2 i-DM, ada fitur lain yang juga dirancang untuk menunjang kenyamanan pengguna, terutama saat beraktivitas di alam terbuka. Salah satu fitur tersebut adalah 24 Hour Parking AC, yang memungkinkan pendingin kabin tetap bekerja meski mesin dalam kondisi mati. Fitur ini dinilai cocok untuk pengguna yang gemar berkemah atau beristirahat di dalam mobil tanpa harus menghidupkan mesin. Fatur Farhananda, Product Training Expert PT Jetour Sales Indonesia, mengatakan, ada beberapa fitur yang menarik, khusus untuk yang i-DM, seperti 24 Hour Parking AC. Jetour T2 i-DM "Ini sangat berguna mungkin ketika kita camping dan posisinya itu sudah siang hari dan kita bisa menyalakan AC-nya gitu. Jadi, mobil posisi mati mesinnya, tapi AC-nya bisa terus-terusan nyala," ujar Fatur, kepada wartawan, saat ditemui di GIIAS 2026, belum lama ini. Baterai Jadi Sumber Tenaga AC Menurut dia, sistem tersebut berbeda dengan mobil bermesin bensin konvensional yang mengandalkan aki untuk menyuplai listrik ketika mesin tidak hidup. Pada kendaraan i-DM, sumber energi AC berasal langsung dari baterai berkapasitas besar. "Biasanya kan kalau mobil bensin, kalau kayak begitu nantinya akinya yang akan kena. Nah, kalau mobil ini enggak, karena dia mengambil sumber energinya dari baterai," kata Fatur. Jetour T2 i-DM Jetour juga merancang sistem ventilasi agar kualitas udara di dalam kabin tetap terjaga ketika fitur ini digunakan dalam waktu lama. "Jadi, selama 24 jam itu kita bisa terus-terusan di dalam mobil. Dan ventilasinya pun, ventilasi AC-nya sesekali akan terbuka agar ada sirkulasi udara di dalamnya," ujarnya. Jetour T2 i-DM Akan Beralih ke Mesin Bensin Saat Baterai Menipis Secara teknis, mekanisme kerja fitur tersebut serupa dengan saat mobil melaju menggunakan mode EV. Artinya, seluruh kebutuhan listrik untuk mengoperasikan AC dipasok dari baterai traksi, bukan dari aki 12 volt seperti pada mobil konvensional. "Jadi, sama saja seperti, misalkan kita menggunakan EV mode-nya saja. Cara kerjanya sama-sama mengambil energi dari baterainya. Jadi, bukan seperti aki yang harus dicas terus-terusan," ujar Fatur. JETOUR T2 i-DM mejeng di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang digelar di ICE BSD Tangerang, mulai Kamis (30/7/2026) hingga Minggu (9/8/2026). Meski demikian, penggunaan fitur ini tetap bergantung pada kapasitas baterai. Selama daya baterai masih mencukupi, sistem akan terus mengoperasikan AC tanpa perlu menyalakan mesin bensin. "Tapi, kalau untuk power baterai, karena kapasitasnya besar, dia enggak masalah kalau dipakai untuk AC saat parkir, selama dia memang (kapasitasnya) di atas 20 persen," kata Fatur. Dengan demikian, selama kapasitas baterai masih berada di atas ambang batas tersebut, mobil akan tetap menggunakan tenaga listrik. Ketika daya baterai mendekati 20 persen, sistem akan memberikan peringatan kepada pengemudi untuk beralih menggunakan mesin bensin atau segera mengisi ulang baterai.