Jetour T2 i-DM memiliki desain SUV yang kokoh dengan sejumlah fitur yang cukup lengkap di kelasnya. Tampilan eksteriornya juga memberikan kesan tangguh dan cocok digunakan untuk aktivitas luar ruang. Namun, karakter tersebut tidak serta-merta menggambarkan bagaimana rasa berkendara mobil ini ketika digunakan sehari-hari di perkotaan. Untuk mengetahui kenyamanannya, saya mencoba Jetour T2 i-DM selama beberapa hari untuk beraktivitas di lalu lintas Jakarta. Pengujian dilakukan dengan melewati berbagai kondisi jalan, mulai dari permukaan yang tidak rata hingga jalan tol. Suspensi Lembut, Nyaman di Jalan Rusak Salah satu hal yang cukup terasa selama pengetesan adalah karakter suspensi Jetour T2 i-DM yang cenderung lembut. Test drive Jetour T2 i-DM Saat melewati polisi tidur maupun jalan yang rusak, suspensi mampu meredam benturan dengan cukup baik. Guncangan yang masuk ke kabin juga masih terasa wajar sehingga perjalanan tetap nyaman. Karakter tersebut terasa baik ketika mobil melaju dalam kecepatan rendah maupun sedang. Saat melintasi lubang atau permukaan jalan yang tidak rata, suspensi tidak terasa terlalu keras dalam meredam benturan. Karakter suspensi seperti ini menjadi nilai tambah ketika T2 i-DM digunakan sebagai kendaraan harian. Pengemudi tidak perlu terlalu khawatir ketika harus melewati jalan dengan kondisi permukaan yang kurang baik. Bodi Tinggi, Limbung Saat Bermanuver Namun, karakter suspensi yang lembut tersebut juga memiliki konsekuensi ketika mobil diajak bermanuver. Interior Jetour T2 i-DM Dengan dimensi bodi yang cukup tinggi dan suspensi yang cenderung lembut, gejala limbung terasa ketika Jetour T2 i-DM digunakan untuk bermanuver di jalan tol pada kecepatan menengah. Gejala tersebut memang tidak sampai membuat mobil sulit dikendalikan. Namun, pengemudi perlu mengantisipasi gerakan bodi ketika berpindah lajur atau melakukan manuver secara cepat. Karakter ini membuat T2 i-DM terasa lebih cocok dikendarai dengan gaya yang halus. Mobil tetap mampu diajak bermanuver, tetapi tidak memberikan rasa setajam SUV dengan karakter suspensi yang lebih kaku. Test drive Jetour T2 i-DM Setir Ringan, Nyaman untuk Perjalanan Jauh Selain suspensi, karakter kemudi juga menjadi salah satu hal yang terasa selama pengetesan. Setir Jetour T2 i-DM terasa cukup ringan. Ditambah dengan profil ban yang lebar, pengemudi tidak membutuhkan tenaga besar untuk mengarahkan mobil. Karakter tersebut terasa membantu ketika mobil digunakan dalam waktu lama. Pengemudi tidak cepat merasa lelah, terutama ketika harus melewati lalu lintas perkotaan dengan frekuensi manuver yang cukup tinggi. Test drive Jetour T2 i-DM Setir yang ringan juga memudahkan ketika melakukan manuver di ruang yang terbatas. Pengemudi tidak perlu memberikan tenaga besar untuk memutar kemudi saat bermanuver. Namun, ada konsekuensi dari karakter tersebut. Setir terasa kurang responsif ketika pengemudi menginginkan respons kemudi yang lebih cepat. Meski demikian, hal tersebut tidak sampai mengganggu kenyamanan maupun konsentrasi selama berkendara. Mobil tetap mudah diarahkan dan respons kemudinya masih dapat diprediksi. Nyaman untuk Harian, Bukan untuk Bermanuver Agresif Secara keseluruhan, karakter berkendara Jetour T2 i-DM lebih mengarah pada kenyamanan.Suspensi yang lembut membuat mobil terasa nyaman ketika melewati jalan rusak maupun polisi tidur. Setir yang ringan juga membantu mengurangi rasa lelah ketika mobil digunakan untuk perjalanan dalam waktu cukup lama. Di sisi lain, karakter tersebut membuat T2 i-DM tidak terasa terlalu agresif ketika diajak bermanuver. Bodi yang tinggi dan suspensi lembut menghasilkan gejala limbung yang cukup terasa ketika mobil digunakan untuk berpindah arah dengan cepat. Dengan karakter seperti ini, Jetour T2 i-DM terasa lebih pas untuk konsumen yang mengutamakan kenyamanan berkendara sehari-hari, tetapi tetap menginginkan SUV dengan tampilan tangguh dan kemampuan yang mendukung aktivitas luar ruang.