Indonesia menjadi salah satu pasar yang mendapat perhatian besar dari Jetour dalam strategi ekspansi globalnya. Selain melihat besarnya potensi pasar domestik, pabrikan asal China tersebut juga membuka peluang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke negara-negara Asia Tenggara. Presiden Jetour International Ke Chuandeng mengatakan, saat ini jaringan Jetour telah berkembang pesat dan hadir di lebih dari 100 negara di dunia. Jetour T2 i-DM Menurut dia, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis, bukan hanya untuk kawasan Asia Tenggara tetapi juga bagi industri otomotif global. "Indonesia memiliki posisi pasar strategis yang sangat penting. Apa pun yang terjadi di kawasan Asia Tenggara, dan bahkan dalam industri mobil internasional," ujar Ke, kepada Kompas.com, saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di ICE BSD, belum lama ini. Prioritas Ekspansi Ke menjelaskan, Jetour telah menunjukkan keseriusannya menggarap pasar Indonesia sejak 2024 dengan mendirikan perusahaan subsidi. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kehadiran di pasar nasional. Menurut dia, kehadiran perusahaan subsidi juga diikuti dengan peluncuran berbagai model baru yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. "Jadi, Indonesia juga merupakan salah satu pasar strategis yang paling penting dalam ekspansi internasional Jetour. Sejak tahun 2024, kita telah menetapkan perusahaan subsidi kita di Indonesia. Itu menunjukkan komitmen lama kita terhadap kawasan ini. Kita juga telah memperkenalkan banyak model baru," kata Ke. Jetour T2 i-DM Selain memperluas jaringan dan menghadirkan produk baru, Jetour juga mulai memperkuat kegiatan manufakturnya di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra lokal. Strategi tersebut tidak hanya mencakup proses perakitan kendaraan, tetapi juga peningkatan penggunaan komponen yang diproduksi di dalam negeri. "Kita juga telah berkooperasi dengan partner lokal untuk membuat produksi lokal. Kita juga membuat beberapa komponen lokal di Indonesia," ujar Ke. Basis Ekspor Ke menilai Indonesia memiliki keunggulan sebagai negara dengan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara sekaligus didukung rantai pasok industri yang lengkap. Jetour T2 i-DM Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi Jetour untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan yang akan diekspor ke berbagai negara di kawasan. Malaysia dan Thailand menjadi dua negara yang disebut memiliki potensi menjadi tujuan ekspor dari fasilitas produksi Jetour di Indonesia. "Kita tahu bahwa Indonesia merupakan pasar automobil terbesar di kawasan ini, dan juga memiliki rantai produksi yang sangat lengkap di kawasan ini. Jadi, untuk Jetour, saya rasa sangat mungkin untuk berekspor dari Indonesia sebagai basis produksi, ke Malaysia, Thailand, dan lainnya," kata Ke.