Jetour T2 i-DM hadir sebagai pilihan baru di segmen sport utility vehicle (SUV) elektrifikasi dengan mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Setelah membahas eksterior dan interior, saya yang berkesempatan untuk mengetes T2 i-DM selama beberapa hari, kali ini akan mengulik bagian fitur-fiturnya. Layar Digital dan Sistem Hiburan Modern Masuk ke bagian kabin, Jetour T2 i-DM menawarkan nuansa modern melalui penggunaan panel instrumen digital dan layar hiburan berukuran besar di bagian tengah dasbor. Layar tersebut menjadi pusat pengoperasian berbagai fungsi kendaraan, termasuk sistem hiburan dan pengaturan tertentu. Test drive Jetour T2 i-DM Penggunaan panel digital juga memudahkan pengemudi memperoleh informasi kendaraan selama perjalanan. Head unit sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Namun, sayangnya untuk Apple CarPlay masih harus menyambungkannya dengan kabel, belum bisa nirkabel. Tata letak dasbor dirancang dengan pendekatan ergonomis agar sejumlah fungsi kendaraan dapat diakses dengan mudah. Namun, menurut saya, pengemudi tetap perlu membiasakan diri dengan pengoperasian sejumlah fitur melalui layar sentuh. Dibekali Fitur ADAS, Ada Catatan pada AEB Test drive Jetour T2 i-DM Untuk menunjang keselamatan, Jetour T2 i-DM dibekali berbagai fitur bantuan berkendara yang dirancang untuk membantu pengemudi menghadapi beragam situasi di jalan. Sejumlah fitur yang tersedia pada varian dengan kelengkapan tersebut mencakup teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS), seperti adaptive cruise control, automatic emergency braking, dan lane keeping assist. Meskipun terkesan canggih dan aman, tapi Automatic Emergency Braking pada mobil ini bisa menjadi bumerang tersendiri, khususnya di lalu lintas perkotaan yang padat. Test drive Jetour T2 i-DM Pasalnya, mobil akan melakukan pengereman secara mendadak saat ada obyek yang terlalu dekat di depannya. Automatic Emergency Braking dirancang untuk membantu mengurangi risiko tabrakan melalui pengereman otomatis dalam kondisi tertentu. Kondisi ini dapat menyebabkan tabrakan beruntun jika pengemudi di belakang tidak siap atau jaraknya juga terlalu dekat. Dimensi SUV yang relatif besar membuat visibilitas dan kemudahan bermanuver menjadi salah satu aspek penting. Test drive Jetour T2 i-DM Untuk itu, Jetour T2 i-DM dibekali fitur yang membantu pengemudi ketika memarkirkan kendaraan atau melewati ruang yang terbatas. Kamera 360 Derajat Memudahkan Parkir Kamera parkir dan sensor di sejumlah sisi kendaraan membantu pengemudi memantau kondisi di sekitar mobil. Pada varian yang dilengkapi kamera 360 derajat, tampilan area sekitar kendaraan dapat dilihat melalui layar di dasbor. Fitur tersebut membantu pengemudi memperkirakan jarak dengan obyek di sekitar kendaraan, terutama ketika parkir di area yang sempit atau melewati jalan dengan ruang terbatas. Namun, yang menjadi catatan adalah sensor tersebut yang terlalu sensitif. Saat di kemacetan, sensor akan sering kali berbunyi karena kendaraan lain terlalu dekat. Layar juga otomatis akan menampilkan area mana yang sensornya berbunyi. Sehingga, berpotensi untuk mengganggu konsentrasi berkendara. Kesimpulan Jetour T2 i-DM menawarkan kelengkapan fitur yang cukup menarik di kelasnya. Layar digital dan head unit berukuran besar memberikan kesan modern, sementara dukungan Apple CarPlay dan Android Auto memudahkan integrasi dengan perangkat pengguna. Kehadiran ADAS, kamera 360 derajat, dan sensor parkir juga menjadi nilai tambah karena dapat membantu pengemudi dalam berbagai kondisi. Namun, sejumlah fitur tersebut masih memiliki catatan. AEB dapat melakukan pengereman secara tiba-tiba ketika mendeteksi obyek yang terlalu dekat, sedangkan sensor parkir yang sensitif bisa cukup sering berbunyi saat menghadapi lalu lintas padat. Secara keseluruhan, kelebihan Jetour T2 i-DM terletak pada kelengkapan fitur, teknologi kabin, sistem bantuan berkendara, dan ruang penumpang belakang. Sementara kekurangannya terdapat pada pengoperasian beberapa fitur yang membutuhkan adaptasi, respons AEB dan sensor parkir yang cukup sensitif.